Waspadai Lonjakan Covid-19 pada 14-16 Juni

Waspadai Lonjakan Covid-19 pada 14-16 Juni
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Pasca Idulfitri 1442 H, kasus Covid-19 di Kabupaten Garut memperlihatkan perkembangan cukup mengkhawatirkan. Kasus Covid-19 terus meningkat. Dalam sepekan terakhir, kenaikannya bahkan mencapai sekitar 2,6 kali lipat.

Tak kalah memprihatinkan, angka kematian akibat Covid-19 juga terus bertambah. Dengan kondisi demikian, tak heran jika dalam hal level kewaspadaan risiko Covid-19, Kabupaten Garut saat ini masih bertahan di zona oranye. Daerah dengan risiko penularan Covid-19 sedang.

Hal itu dikemukakan Koordinator 2 Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Asep Surahman usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut dengan Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan se-Kabupaten Garut di Command Center Garut, Senin (31/5/2021).


"Covid-19 di Kabupaten Garut ini tentu pada minggu-minggu yang cukup mengkhawatirkan. Terjadi peningkatan kasus dibandingkan dua minggu sebelumnya. Yaitu 2,6 kali lipat. Artinya, di minggu ini di angka 776. Sebelumnya di angka 200. Berapa itu? Pokoknya 2,6 kali lipat," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut itu.

Dia juga mengatakan, adanya kecenderungan semakin banyak orang ditemukan terpapar Covid-19 dalam kondisi buruk. Sehingga kasus pasien positif Covid-19 meninggal dunia cukup tinggi. 

Menurut Asep, terdapat hubungan peningkatan kasus Covid-19 di Garut dengan masa mudik dan masa liburan Idulfitri. 

"Di tempat wisata penuh. Orang bolak balik ke Garut untuk bertemu keluarganya untuk silaturahmi. Dan ini menjadikan faktor risiko untuk meningkatnya kasus Covid di Kabupaten Garut," ujarnya.

Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 itu membuat Pemkab Garut mengambil langkah akan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada 1 hingga 15 Juni 2021. Diperkirakan di Garut terjadi outbreak kasus Covid-19 pada 14, 15, dan 16 Juni 2021. 

"Kita prediksi akan meningkat. Terjadi gelombang kedua outbreak yang kedua. 14 hari masa inkubasi ini kemungkinan akan meningkat di tanggal 14, 15, 16 Juni. Ini risiko untuk terjadi rawan peningkatan," katanya. 

Pembatasan aktivitas masyarakat sendiri diberlakukan di lokasi-lokasi rentan terpapar Covid-19. Seperti perkantoran, dan sekolah. Kapasitas dan jam operasional beberapa tempat juga akan kembali dibatasi. Proporsi orang boleh berkerumun di satu pesta perkawinan, perhotelan, dan pariwisata maksimal 25 persen.

Asep menegaskan, seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Garut saat ini sudah terpapar Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan harus diterapkan di setiap daerah. 

Untuk itu, dia berharap seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu. (Zainulmukhtar)