Polisi Ciduk Komplotan Pembobol Minimarket 

Polisi Ciduk Komplotan Pembobol Minimarket 
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Tiga dari lima orang pelaku kejahatan spesialis pembobol minimarket yang kerap beraksi di Bekasi hingga Jawa Tengah berhasil diringkus aparat Polresta Bandung. Pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas usai beraksi membobol minimarket di Kecamatan Cicalengka dan Paseh Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya berhasil menciduk komplotan saat mereka melakukan aksinya di minimarket di daerah Cicalengka dan Paseh.

"Karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Maka kami melakukan tindakan tegas terukur," kata Hendra di Mapolresta Bandung, Senin (31/5/2021).


Dia menuturkan, penangkapan para pelaku berawal dari kecurigaan petugas yang melihat sebuah mobil di sebuah minimarket. Petugas sempat melakukan pengintaian lalu mobil tersebut pergi. Petugas kemudian membuntuti dan mobil yang ditumpangi para pelaku ini melaju kencang dan petugas pun mengejar dan menangkap mereka. 

Dari tangan para pelaku ini petugas mendapati berbagai barang bukti alat kejahatan berupa gunting raja, palu besar, obeng, kunci-kunci dan sebuah air softgun.

"Dari dalam mobil itu kami menangkap beberapa orang pelaku. Dan setelah dilakukan pengembangan, kami menangkap pelaku lainnya," ujarnya.

Hendra menuturkan, para pelaku ini spesialis pembobol minimarket. Bahkan, dua orang di antaranya residivis dengan kasus serupa. Mereka melakukan aksinya secara berantai mulai dari Bekasi hingga Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan itu, mereka membobol minimarket yang sudah tutup jam operasionalnya. Para pelaku menjalankan aksinya sejak 2016 lalu.

"Dalam melakukan aksinya mereka punya peran masing-masing. Ada yang bertugas mencongkel pintu, eksekutor, memantau keamanan situasi, mengangkut barag curian hingga hingga mengendarai mobil. Selain mengambil berbagai barang berharga, mereka juga mengambil uang yang disimpan dalam brankas minimarket," katanya.

Para pelaku kejahatan itu, lanjut Hendra, terancam hukuman lima tahun penjara. (Dani R Nugraha)