Universitas Inaba Miliki Enam Program Studi

Universitas Inaba Miliki Enam Program Studi
Foto: Okky Adiana



INILAH, Bandung - Kini, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Inaba bertransformasi menjadi Universitas Indonesia Membangun (Inaba).

Dosen Universitas Inaba Moch Mukti Ali menjelaskan selama berstatus STIE perguruan tinggi itu hanya memiliki dua prodi yakni Manajemen dan Akuntansi. Dengan perubahan ini, prodi di perguruan tinggi tersebut bertambah dengan hadirnya Psikologi, Komunikasi, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer untuk jenjang S1. Pendaftaran untuk jenjang tersebut sudah mulai dibuka pada tahun ini.

"Banyaknya tantangan di masa mendatang terlebih dengan adanya Covid-19, perubahan ini menjadi suatu keniscayaan. Jadi transformasi STIE Inaba menjadi universitas adalah untuk menjawab tantangan yang ada, juga membuka kesempatan yang lebih luas. Kita tahu sebuah organisasi harus adaptif dan adopsi dengan kondisi yang ada saat ini, utamanya ditengah pandemi Covid-19. Kami mengikuti tren yang ada saat ini, seperti youtuber maupun vlogger," papar Mukti di aula Universitas Inaba, Jalan Soekarno-Hatta No 448, Kota Bandung, Senin (31/5/2021).


Untuk itu, dia menyebutkan pada prodi yang baru ini pihaknya mengonsentrasikan mahasiswanya ke arah tersebut. Apalagi, youtuber di masa sekarang ini cukup menjanjikan. Bahkan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan properti untuk membuka prodi Magister Manajemen Properti.

“Karena kita satu-satunya yang akan membuat Magister Manajemen Properti di Indonesia, sehingga stakeholder properti bisa melanjutkan sekolah di kami dan menyandang gelar magister properti. Jika pihaknya memberikan beasiswa kepada para influencer, karena mereka telah melakukan suatu yang riil dan memengaruhi banyak orang. Oleh karenanya, program kemahasiswaan Inaba akan berinovasi menuju ke arah yang sedang tren saat ini. Maka itu kami berharap dengan transformasi sebagai universitas, bisa memberikan kontribusi lebih terhadap negara,” paparnya.

Sedangkan, Kepala Humas Universitas Inaba Ari Hendro Saputro menambahkan pihaknya memiliki program unggulan seiring perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas. Yakni beasiswa akademik, nonakademik, dan lainnya. Sebelum lulus, para mahasiswanya dijamin bisa kerja baik di BUMN, BUMD, perusahaan lokal maupun asing. Jadi sebetulnya empat prodi yang baru ini untuk menjawab tantangan 4.0.

Menurutnya, sejauh ini lulusan Universitas Inaba relatif banyak yang bekerja di BUMN, BUMD hingga perusahaan swasta baik lokal maupun asing. Pasalnya, sebelum lulus mahasiswa ditempa melalui proses magang, agar siap ketika masuk ke dunia kerja yang sebenarnya. Program magang selama ini dilakukan di sejumlah BUMN dan BUMD.

Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan sertifikasi kompetensi bagi para mahasiswa sebagai bukti memiliki kemampuan.

"Seperti yang kita ketahui, sekarang untuk mencari pekerjaan itu sertifikasi sangat dibutuhkan. Tak hanya itu, para mahasiswa juga dijejali mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah itu menjadi wajib, dengan harapan bisa menjadi pegangan bagi mahasiswa ketika mereka lulus kuliah. Artinya ketika mereka tidak siap bekerja, maka berwirausaha bisa menjadi alternatif. Dan mereka sudah memiliki bekal untuk melakukan hal itu," katanya. (Okky Adiana)