Wakil Ketua MPR Kunjungi DPP LDII: Gerakan Moral dan Dakwah Itu Penting

Wakil Ketua MPR Kunjungi DPP LDII: Gerakan Moral dan Dakwah Itu Penting
Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. bersama Ketua Umum DPP LDII K.H. Chriswanto Santoso. (istimewa)



INILAH, Jakarta - Ormas atau organisasi masyarakat merupakan cerminan kondisi lapangan yang bisa dijadikan rujukan aspirasi dalam penentuan kebijakan di legislatif. Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. saat bersilaturrahim ke Kantor DPP LDII, Sabtu (29/5/2021).

Dalam lawatannya, ia memuji LDII karena memiliki tata kelola ormas yang baik hingga tingkat grass root. Dalam kunjungan, Zulkifli Hasan atau yang biasa disapa Zulhas disambut Ketua Umum DPP LDII K.H. Chriswanto Santoso serta beberapa pengurus DPP LDII periode 2021-2026.

Zulkifli Hasan bersyukur bisa silaturahim ke Kantor DPP LDII di bilangan Patal Senayan, Jakarta, yang dilakukan dengan protokol kesehatan. Pasalnya, kunjungan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.


“Saya pimpinan MPR dan partai politik. Antara partai politik dan ormas tentu memiliki tujuan dan fungsi masing-masing. Partai politik penyambung aspirasi yang sevisi. kami menyerap aspirasi dalam berbangsa dan bernegara demi kepentingan bersama,” ujarnya.

”Gerakan moral dan dakwah itu penting untuk memberi kesadaran, tetapi sifatnya hanya memberi rekomendasi. Sedangkankan eksekutif dan legislatif itu pengambil keputusan, eksekutor yang menentukan arah,” imbuhnya.

Zulhas menambahkan, partai politik adalah lembaga pemilik kekuasaan di parlemen. Dalam demokrasi, rakyat diatur dalam undang-undang yang dibuat oleh parlemen. Maka, parlemen itu ada dalam rangka mengakomodir banyak kepentingan. Kenyataannya, ada berbagai kepentingan di parlemen yang bisa memberikan gap besar antara kubu yang berseberangan.

“Yang memperjuangkan Islam ada. Namun ada juga yang memperjuangkan hal lain. Ini disebut pertarungan politik. Contohnya, kontroversi Undang-Undang Pelindungan Kekerasan Seksual (PKS) yang isinya seolah-olah melegalkan zina. Jadi, seperti itu parlemen dalam berdemokrasi. Maka kita perlu berjuang bersama dan perlu diskusi agar mendapat keputusan terbaik,” ujarnya.

Zulhas pun berbagi cerita mengenai umat. Menurutnya, saat ini seolah-olah umat Islam itu radikal. Padahal ada kelompok sekuler yang ekstremnya luar biasa. Orang yang melaksanakan ajaran agama saja bisa dimusuhi. Di sinilah seharusnya demokrasi menghasilkan harmoni.

“Apapun agamanya: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghuchu; seharusnya kita bisa harmoni. Tidak ada ajaran agama yang menyuruh kita berantem. Faktanya, kebencian sekarang ini mencuat. Orang yang membela Palestina dimusuhi hingga ustaz yang ceramah dimusuhi. Kita ini keluarga Islam dan suasana seperti ini perlu membuat ormas Islam harus saling silaturahim dan komunikasi,” ujarnya.

Zulhas berharap umat Islam bisa bersatu karena pertarungan sebenarnya ada di parlemen. Jika aspirasi sudah menjadi kebijakan, maka akan menjadi hukum yang mempengaruhi kehidupan rakyat. Seandainya umat bersatu dan bersama-sama menyampaikan pendapat, maka aspirasi akan kelihatan sama dan kuat.

Selanjutnya, menurut K.H. Chriswanto Santoso, dengan memperjuangkan kebaikan di bumi Indonesia ini, artinya orang baik masih ada dan agama masih bisa berjalan. “Jika Indonesia sebagai perahu yang kami tumpangi tidak stabil, maka dakwah kami juga terganggu,” ujarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PAN, termasuk terkait undang-undang pelarangan minuman beralkohol, kami sangat setuju. Memang ada sisi positif terhadap pendapatan negara, namun mudharat-nya sangat besar. Kami, LDII mendorong agar UU Pelarangan Minuman Beralkohol segera diwujudkan,” ujarnya.

Soal Undang-Undang Investasi, Chriswanto Santoso juga menyampaikan pendapatnya. Ia meminta agar peran pengusaha lokal terutama UMKM diperjuangkan, meskipun adanya investasi asing itu baik.

K.H. Chriswanto Santoso lalu berbagi platform Pondokkarakter.com yang menjadi pengisi gap kekosangan pendidikan karakter stakeholder pendidikan. Platform ini bermanfaat memberikan pendidikan karakter pada guru, pamong, kepala sekolah, hingga yayasan pendidikan.

Di akhir pertemuan, K.H. Chriswanto Santoso bersyukur dengan kehadiran Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, LDII membutuhkan bantuan saluran penyalur aspirasi. “Jika jajaran bawah diajak seperti ini, saya harap komunikasi alias penyamaan persepsi bernuansa Islam Nasionalis dengan kami LDII bisa terus terjalin. Harapan kita, tansikul harokah bisa terbangun,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga berencana mengunjungi kembali Ponpes Wali Barokah Kediri yang kini sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya, serta Ponpes Minhajurrosyidin Pondok Gede yang bekerja sama dengan LDII mengelola limbah sampah. Ia tertarik melihat pelaksanaan delapan bidang kontribusi LDII yang digemakan sejak Rakernas 2018 dan Munas IX LDII pada  2021.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat, H. Dicky Harun mengatakan, LDII sebagai ormas Islam memiliki tugas untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam, termasuk aspirasi umat Islam di Jawa Barat. Sehingga, LDII terus menerus melaksanakan dakwah dan pembangunan umat Islam di Jawa Barat.

“Dakwah yang kami lakukan bukan hanya dakwah untuk beribadah semata saja. Namun juga untuk menjaga dan mempertahankan NKRI bersama-sama umat Islam lainnya. Karena ibadah bisa terlaksana jika keadaan negara kondusif dan tenang sehingga bisa nyaman untuk beribadah,” pungkasnya. (*)