Desa Tugu Selatan Buka Panca Karsa Corner

Desa Tugu Selatan Buka Panca Karsa Corner
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cisarua - Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dipilih Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kegiatan sosialisasi anugerah desa wisata.

Desa Tugu Selatan dikenal sebagai desa wisata berkembang yang memiliki banyak sekali daya tarik wisata bagi wisatawan lokal dan internasional. 

Selain itu Desa Tugu Selatan memiliki suvenir fashion berupa batik dengan motif khas komoditi dari perkebunan Gunung Mas Bogor, di Desa Tugu Selatan juga memiliki daya tarik di bidang produk kriya seperti lukisan bakar dan karya seni lainnya. 


Desa Tugu Selatan juga memiliki wisata atraksi budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Desa Tugu Selatan secara digital juga berkembang karena desa ini memiliki website dan youtube mengenai informasi kegiatan di desa wisata sehingga bisa menjadi preferensi bagi wisatawan yang ingin berkunjung. 

Selain itu juga, seperti halnya desa wisata di Desa Tugu Selatan juga banyak tersedia homestay sebagi tempat istirahat dan penginapan untuk wisatawan.

Untuk mendukung Desa Tugu Selatan sebagai desa wisata dan juga untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya, Pemerintah Desa Tugu Selatan akhirnya membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berupa Panca Karsa Corner.

"Untuk mendukung Desa Tugu Selatan selaku Desa Wisata, Pemdes pun membentuk Bumdes berupa Panca Karsa Corner," kata Kepala Desa Tugu Selatan Eko Windiana kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

Dia menerangkan BUMDES Tugu Selatan berhasil bangkit dari keterpurukannya, tanpa modal dari anggaran dana desa (ADD) dan hanya mengandalkan investasi dari pihak ketiga.

"Dulu Bumdes Tugu Selatan kurang baik, sejak kepemimpinan saya Bumdes Tugu Selatan menggandeng pihak ketiga untuk membentuk Panca Karsa Corner dimana melibatkan para pelaku UMKM dimana pelaku usaha kuliner di tempat kami tidak dikenakan biaya sewa, tapi diwajibkan membeli bahan baku dan menyisihkan sekian persen keuntungannya untuk Bumdes Tugu Selatan," terangnya.

Eko menuturkan selain menjual makanan dan minuman khas Puncak, pihaknya juga menjual suvenir fashion berupa Batik dengan motif khas komoditi dari perkebunan Gunung Mas Bogor, produk kriya seperti lukisan bakar dan karya seni lainnya.

"Untuk minuman khas Puncak, kami menjual Teh Walini dan Kopi Layang," tutur Eko.

Direktur Bumdes Tugu Selatan Dadang Mansyur menjelaskan saat ini pelaku UMKM yang bergabung dalam Bumdes ada 188 orang, harapan kami dengan dibukanya unit usaha Panca Karsa Corner bisa membangkitkan ekonomi masyarakat yang terkena hantaman pandemi Covid 19.

"Harapan kami dengan memberdayakan masyarakat dan adanya Panca Karsa Corner, bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di saat pandemi Covid 19. Selain usaha ini, kami juga akan membuka usaha server internet, olahan minyak jelantah dan lainnya," jelas Dadang. (Reza Zurifwan)