KTD Muara Farm Ubah Lahan Pembuangan Puing Jadi Lahan Pertanian

KTD Muara Farm Ubah Lahan Pembuangan Puing Jadi Lahan Pertanian



INILAH, Bogor - Semangat bertani ditunjukkan warga Kampung Muara Tegal, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur dengan membentuk Kelompok Tani Dewasa (KTD) Muara Farm.

 

KTD Muara Farm berhasil mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif. Mereka menyulap lahan yang sebelumnya tempat pembuatan puing menjadi lahan tanaman kangkong.


 

Ketua KTD Muara Farm, Egi Sudrajat mengatakan, lahan milik warga setempat yang dimanfaatkan mencapai seluas 400 meter persegi. Sebelumnya, lahan tersebut merupakan lahan tidur dijadikan area pembuangan puing dan lainnya.

 

"Kami mulai sejak tiga bulan lalu. Ide awalnya dari pihak Kelurahan Sindangrasa yang melihat kondisi lahan tidur tidak dimanfaatkan oleh warga. Kemudian kami gabungan pengurus RT RW dan warga direkrut untuk bertani di sini," ungkap Egi pada Kamis (27/5/2021).

 

Egi melanjutkan, sebelum memulai garap lahan, KTD Muara Farm mendapat pendampingan dari penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor tentang pertanian. Sebab, rata-rata pengurus tidak memiliki latar belakang pertanian. 

 

"Untuk menjadikan lahan tidur menjadi produktif memang betul-betul berbeda tidak seperti awalnya lahan kebun. Makanya dalam tiga bulan kebelakang kami masih fokus ke lahan, belum ke penanaman," paparnya.

 

Ia menjelaskan, untuk mengembalikan kesuburan lahan, pihaknya mengawali dengan membersihkan area lahan dari puing dan material lainnya seperti sampah. Setelah itu dilakukan pengolahan tanah dan dibuat bedengan.

 

"Dalam mengolah tanah kami kebetulan ada salah satu petani di KTD yang paham. Pada saat tanah digemburkan, kita sekalian pilah untuk puing dan sampahnya. Setelah dibentuk bedengan, tanah dicampur pakai kotoran hewan dan pupuk pabrikan," jelasnya.

 

Ia menambahkan, sebelum dilakukan penanaman, tanah yang sudah diolah tersebut kemudian didiamkan selama satu minggu. Selama itu tanah juga dibolak-balik sebanyak empat kali. Pada masa tanam kali ini, KTD Muara Farm baru melakukan penanaman kangkung. Komoditas ini dipilih karena memiliki masa tanam singkat pada usia 25 hari sudah bisa dipanen. 

 

"Saat ini kami baru tanam yang cepat produksi, seperti kangkung. Kedepan kita kembangkan ke jenis tanaman lainnya sistem tumpang sari. Sekarang bibitnya sedang disemai seperti tomat, cabai dan labu," tambahnya.

 

Egi memaparkan, pihaknya punya target hasil bertani ini kedepannya bisa memenuhi kebutuhan sayur,-sayuran di e-Warung dan warung sekitar di Kelurahan Sindangsara. Rencananya, KTD Muara Farm juga akan mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur di wilayah lainnya. 

 

"Untuk hasil kami akan kembalikan ke anggota untuk operasional dan pengembangan di wilayah lain juga. Tapi kedepan ada arah ketika panen raya sebagian dibagikan ke warga masyarakat. Itu jangka panjangnya," pungkasnya.

 

Sementara itu, Lurah Sindangrasa, Dede Sugandi mengatakan, KTD Muara Farm baru dibentuk tiga bulan lalu, anggotanya dipilih gabungan pengurus RT dengan warga yang bersedia. Pendistribusian hasilnya sudah disiapkan yang tujuan awalnya menjual ke warung sayuran, dimasukan e-warung dan ada juga warga yang siap membeli hasil KTD Farm. (m rizki)