Seleksi CPNS dan PPPK, Pemprov Jabar Pastikan Perketat Prokes

Seleksi CPNS dan PPPK, Pemprov Jabar Pastikan Perketat Prokes



INILAH, Bandung - Tahun ini, Pemprov Jabar membuka kurang lebih 500 posisi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun di tengah pandemi ini, seleksi bakal dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Seleksi diperuntukkan bagi 16.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021. PPPK diprioritaskan untuk guru tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Hermin Wijaya mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pengumuman dan pelaksanaan seleksi.


"Kami sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari Draf Pengumuman, Rincian Formasi, Juknis Verifikasi dan Juknis Pelaksanaan Tes dengan protokol," ujarnya dalam AJIB (ASN Jabar Ikut Bicara) Podcast Episode 8, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, sambil menunggu juknis dari pemerintah pusat turun, pihaknya terus mematangkan pelaksanaan seleksi secara komprehensif. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan seleksi harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Selain pembatasan jumlah peserta seleksi dalam satu sesi, alur keluar-masuk dan pergantian peserta seleksi CPNS dan PPPK intens dimatangkan. Langkah itu diambil untuk mengurangi risiko interaksi antara peserta dan menghindari kerumunan.

"Sebagai gambaran tahun lalu, ada sekitar 41.000 pendaftar. Di masa pandemi, kami harus benar-benar mengatur sampai membuat simulasi," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, seleksi akan dibagi menjadi tiga sesi dengan per sesinya sekitar 350 peserta. Selain itu, waktu dan tempat penyelenggaraannya pun harus benar-benar matang.

"Semua protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat. Termasuk bagaimana penanganan peserta yang sakit. Kami terus-menerus membuat strategi pelaksanaan seleksi itu," tegasnya. (ahmad sayuti)