Pemkot Bekasi Pertimbangkan Tambah Jumlah Sekolah Tatap Muka

Pemkot Bekasi Pertimbangkan Tambah Jumlah Sekolah Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah. (Antara Foto)



INILAH, Bekasi- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mempertimbangkan penambahan jumlah sekolah tatap muka di masa adaptasi tatanan hidup baru satuan pendidikan (ATHB-SP) menyusul tren kenaikan kasus COVID-19 usai libur Lebaran 2021.

"Berdasarkan hasil evaluasi, masih sama seperti yang lalu, belum akan ditambah atau diperluas. Saat ini kami akan lebih fokus terhadap pengetatan pengawasan terkait penerapan prokes di sekolah yang sudah diizinkan untuk menggelar ATHB-SP," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah di Bekasi, Kamis.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah.


Pihaknya mengaku terus melakukan koordinasi serta melakukan pemetaan pada sekolah yang menyelenggarakan ATHB-SP yang dinyatakan zona merah sekaligus melakukan evaluasi.

"Setiap sekolah wajib melakukan kerja sama dengan puskesmas setempat dan gugus tugas tingkat wilayah," ucapnya.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga telah menginstruksikan segenap kepala sekolah untuk selalu menerapkan program pengendalian COVID-19 kepada warga belajar mulai peserta didik, guru, tata usaha, hingga petugas sekuriti sekolah.

"Wajib menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan setiap hari selama proses belajar mengajar," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, pemerintah daerah masih terus melakukan evaluasi sambil menunggu arahan dari Gugus Tugas COVID-19 tingkat Kota Bekasi.

"Karena bagaimanapun juga kesehatan peserta didik dan segenap sumber daya pendidikan menjadi prioritas utama," kata dia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan kasus COVID-19 kembali menunjukkan tren kenaikan di Kota Bekasi setelah perayaan Lebaran 2021.

"Efek dari libur Lebaran, wilayah zona merah COVID-19 di Kota Bekasi bertambah 31 RT," katanya.