Bahar bin Smith Dituntut 5 Bulan Penjara

Bahar  bin Smith Dituntut 5 Bulan Penjara
Foto: Ahmad Sayuti



INILAH, Bandung- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar menuntut Bahar bin Smith alias Habib Bahar tuntutan penjara selama lima bulan. Dia dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan sebagaimana pasal 351 ayat 1 atau dalam dakwaan lebih subsider. 

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (26/5/2021). Sidang berlangsung secara virtual, sementara Bahar tetap berada di Lapas Gunung Sindur. 

Dalam tuntutannya JPU Kejati Jabar menyataka  terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiyaan sebagaimana dakwaan primair dan subsider. Terdakqa Bahar bin Smith dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan sebagaimana dakwaab lebih subsider, yakni pasal 351 ayat (1) KUHPidana. 


"Oleh karenanya memohon majelis yang menangani perkara ini, menjatuhkan hukuman penjara selama lima bulan dengan perintah tetap ditahan," katanya. 

Hal yang meringankan dan jadi bahan pertimbangan jaksa, yakni terdakwa mengakui perbuatannya, bersikap sopan, sudah berdamai, korban sudah memaafkan, dan terdakwa sudah memberikan uang kompensasi pengobatan korban. 

Atas tuntutan JPU, Habib Bahar mengaku bersyukur dan melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Sidang yang dipimpin Surachmat ditunda pekan depan. 

Seperti diketahui, dalam dakwaannya, JPU Kejati Jabar Suharja menyatakan terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

"Akibatnya saksi korban Ardiansyah mengalami luka terbuka dan goresan di bagian leher belakang akibat benda tajam. Kemudian luka di bagian kepala tangan hingga kaki yang mengakibatkan korban terhalang aktivitasnya sementara waktu," katanya. 

Perbuatan Bahar ini mengakibatkan korban mengalami luka. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55.