Sekda Bogor Diberi Mandat Benahi Permasalahan Lahan RSUD Bogor Utara

Sekda Bogor Diberi Mandat Benahi Permasalahan Lahan RSUD Bogor Utara
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Parung - Bupati Bogor Ade Yasin menugaskan Sekda Burhanudin untuk membenahi permasalahan calon lahan RSUD Bogor Utara belum tersertifikatkan.

"PT Karunia Mina Sejahtera selaku developer perumahan sudah menyerahkan lahan prasarana sarana utilitas (PSU) seluas 1,6 hektare untuk kita bangunkan RSUD Bogor Utara, saya tugaskan Burhanudin untuk membenahi permasalahan ini," ucap Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (26/5/2021).

Dia menyakinkan masyarakat bahwa permasalahan ini akan segera selesai. Sebab, dari rencana luas PSU 2,8 hektare tersebut saat ini jajarannya sudah melakukan clear & clean lahan seluas 1,6 hektare.


"Mudah-mudahan permasalahan belum tersertifikatnya lahan PSU ini segera terselesaikan lalu Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan dan Bagian Pengadaan Barang Jasa akan melelangnya pada Bulan Juni mendatang," sambungnya.

Sedangkan, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menyatakan akan memaksimalkan tugas pokok dan fungsi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, untuk mengkordinir permalahan ini.

"Selain Burhanudin, Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Deni Ardiana juga kami tugaskan untuk memonitor pekerjaaan pensertifikatan calon lahan RSUD Bogor Utara oleg Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan untuk selanjutnya bekerjasama dengan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor," kata Iwan.

Ditemui terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto siap membantu mendorong agar calon lahan RSUD Bogor Utara bisa segera tersertifikatkan. Dia menjelaskan hal itu agar biar cepat terbangunnya rumah sakit tersebut.

"Kalau memang Pemkab Bogor butuh dukungan DPRD, kami siap. DPRD Kabupaten Bogor sepakat dengan eksekutif dan masyarakat bahwa RSUD Bogor Utara harus dibangun pada Tahun 2021 karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ucap Rudy.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menyesalkan lambatnya pekerjaan 'anak buah' Ade Yasin dan Iwan Setiawan yang bisa berakibat menunda pembangunan RSUD Bogor Utara.

"Saya tahu persis bagaimana nupati dan wabup Bogor memperjuangkan pendanaan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, hingga Pemprov Jawa Barat tidak hanya tahun ini saja mengucurkan bantuan keuangan sebesar Rp112 milyar tetapi juga siap memberikan total anggaran Rp600 milyar dalam 3-4 tahun ke depan. Kalau kepala daerah sudah bekerja maksimal, tentunya saya berharap dinas teknis terkait juga memiliki upaya yang sama karena proyek pembangunan rumah sakit ini sifatnya mendesak," tukas Asep. (Reza Zurifwan)