Bio Farma Siap Olah Kembali 8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac

Bio Farma Siap Olah Kembali 8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Bio Farma akan kembali mengolah bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac. Selasa (25/5/2021) kemarin, kiriman bahan baku dari Sinovac itu kembali diterima sebanyak delapan juta dosis. 

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, kiriman yang diterima itu merupakan kali ke-13. Dia menegaskan, Bio Farma terus melakukan proses fill and finish dari bulk Sinovac yang sudah diterima. Total yang sudah diproduksi Bio Farma per 24 Mei 2021 sebanyak 51.328.300 dosis.

“Bio Farma sudah menerima sebanyak 73.500.000 dosis bulk dari Sinovac, dari Jumlah tersebut, 51.328.300 di antaranya sudah diproduksi, dan 32.303.900 sudah terdistribusi ke seluruh Indonesia," kata Bambang dalam rilis yang diterima, Rabu (26/5/2021).


Menurutnya, untuk bulk yang baru datang itu diperkirakan akan menjadi 6,4 juta dosis yang akan segera masuk proses fill and finish dalam waktu dekat.

Jika dijumlahkan, total vaksin Covid-19 yang sudah terdistribusi Bio Farma sampai dengan 24 Mei 2021 sebanyak 40.012.460 dosis. Jumlah itu terdiri dari Coronavac sebanyak 3 juta dosis, vaksin Vovid-19 32.213.670 dosis, dan vaksin Covax (Az) 4.798.790 dosis.

Selain vaksin-vaksin tersebut, anggota holding BUMN Farmasi PT Kimia Farma Tbk untuk tahap awal sudah menyiapkan sebanyak 500 ribu dosis vaksin Sinopharm dari 7,5 juta dosis yang diperuntukan bagi program Vaksin Gotong Royong bagi badan hukum atau perusahaan. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jumlah keseluruhan vaksin yang sudah diterima Indonesia sebanyak 3 juta vaksin jadi Sinovac, 6.410.500 Astra Zeneca (Covax), 1.000.000 vaksin dari Sinopharm, dan bulk dari Sinovac total 73.500.000 dosis. Sehingga total keseluruhan vaksin yang sudah diamankan pemerintah Indonesia sebanyak 83.910.000 dosis.

“Pemerintah Indonesia selalu memastikan faktor keamanan, mutu, kualitas dan khasiat sehingga tidak perlu ada keraguan dari masyarakat dalam menerima vaksin” ujar Airlangga.

Dia menambahkan, vaksin-vaksin yang disediakan di Indonesia itu telah melalui proses evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah mendapatkan kajian dari para ahli seperti  Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), WHO. 

"Vaksinasi Covid-19 merupakan sebuah game changer salah satu langkah krusial yang menentukan langkah kesuksesan Indonesia untuk mengakhiri pandemi Covid-19," ujarnya. (Doni Ramdhani)