Sikap Kami: Kang Lee Teuk, Kang Ye Sung

Sikap Kami: Kang Lee Teuk, Kang Ye Sung



JIKA pandemi sudah berakhir, mungkin Ridwan Kamil sekali waktu harus pergi ke Korea Selatan. Tugasnya ringan saja: mengajarkan Lee Teuk mengenakan batik yang baik dan benar.

Lee Teuk dan Ye Sung, dua personel boy band Super Junior itu, kemarin melambungkan nama Ridwan Kamil dalam trending topic Twitter. Gara-garanya, kedua anak Korea yang mendunia itu mengenakan batik rancangan Gubernur Jawa Barat tersebut.

“Apakah cocok untukku? Terima kasih kepada #RidwanKamil yang merancang batik ini. Terima kasih untuk Java Barat dan Indonesia, aku cinta kamu. #BatikJawaBarat #JabarJuara #SmilingWestJava,” kicau Ye Sung dalam akun Twitternya, @shfly3432. Kicauan Lee Teuk kita anggap senada karena kita pun tak bisa membaca aksara Korea.


Betapapun Lee Teuk rada aneh mengenakan batik, cara Ridwan Kamil memperkenalkan batik rancangannya cukup mengejutkan sekaligus menarik perhatian. Terlebih, di media sosial, Ridwan Kamil pun tak hanya menempatkan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat, kadang-kadang juga jadi ABG. Atau, setidaknya dia masuk ke dunia ABG itu.

Jika banyak orang masih berwacana soal strategi out of the box, Ridwan Kamil sebenarnya sudah melakukannya. Itu tidak hanya dia lakukan memperkenalkan batik Jabar, tapi juga dalam berbagai strategi pemerintahannya di Jawa Barat.

Langkahnya menggandeng dua bintang Suju itu sudah pasti akan melambungkan batik Jabar. Hanya melalui Twitter saja, betapa banyak yang bisa mengenal batik Jabar. Ye Sung sendiri memiliki pengikut 5,1 juta. Cuitannya soal batik Jabar, hingga tadi malam, bahkan sudah dikomentari 2,7 ribu, dikicau ulang 14,7 ribu kali, dan disukai 32,4 ribu.

Hemat kita, langkah ini akan membesarkan industri batik di Jabar meski melalui endorsment itu baru pada batik rancangan Ridwan Kamil. Sebab, sejatinya Jabar merupakan produsen batik yang tak kalah dengan daerah lain. Selama ini yang dikenal memang Batik Trusmi di Cirebon. Tapi, daerah lain seperti Purwakarta, sudah memunculkan batik khas daerahnya.

Menggandeng Korea Selatan dalam pengembangannya termasuk strategi jitu. Kini, industri pop Korea, dikenal sebagai K-Pop, sedang mendunia. Termasuk –bahkan terutama—di Indonesia. Pengaruhnya cukup signifikan. Sebagai contoh, yang melambungkan tagar perlawanan terhadap UU KPK, salah satunya adalah K-Poppers.

“Kamshahamnida from your Hyung,” balas Ridwan Kamil menyampaikan terima kasih kepada Lee Teuk dan Ye Sung. Rupanya Gubernur Jabar itu ELF juga. Atau, barangkali penggemar (mobil) elf di masa kecilnya juga. (*)