Soal Isu Duit Bansos Disunat, Ini Hasil Pendalaman Lurah Ciluar 

Soal Isu Duit Bansos Disunat, Ini Hasil Pendalaman Lurah Ciluar 
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Wilayah Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara dibuat heboh dengan adanya kabar dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Akan tetapi dugaan tersebut tidak terbukti, setelah Lurah Ciluar Denny Ardiansyah mendalami bersama dengan tim Saber Pungli Kota Bogor.

Diketahui, dari informasi yang beredar beberapa warga penerima bantuan merasa kecewa lantaran merasa mendapat pemotongan dari pengurus lingkungan, dengan angka bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

"Ya kami sebelumnya sudah mewanti-wanti pengurus di wilayah jangan sampai ada pungutan. Jika ada, saya sudah menegaskan bahwa segera laporkan ke kelurahan," ungkap Denny Ardiansyah kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/5/2021).


Dia melanjutkan, sejak kabar bergulir, dirinya sudah melakukan koordinasi secara internal dan memanggil warga terkait untuk memastikan kejadian yang sebenarnya, pada Sabtu (22/5/2021). Baik terkait BST maupun bantuan UMKM.

"Yang dugaan pemotongan BST itu sudah kami lakukan pemanggilan aparat wilayah serta warga. Dihadiri juga dari Intel Polresta Bogor Kota, tim Saber Pungli. Maksudnya agar terbuka dan tidak kami tutupi, kami undang semuanya. Intinya dari aparat wilayah, dalam hal ini RT RW juga, sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak ada itu. Tidak ada yang memungut atau meminta," tambanya.

Denny menjelaskan, selain itu untuk dugaan potongan bantuan UMKM, pihaknya sudah melakukan koordinasi internal, mulai dari aparat wilayah hingga dihadiri camat Bogor Utara, Senin (24/5/2021) pagi. Hasilnya, aparat wilayah mengaku tidak ada yang meminta pungutan. Hal itu akan ditindaklanjut dengan turun ke lapangan untuk menemui langsung warga yang merasa jadi korban. Sebab dirinya tidak ingin memastikan dari kedua belah pihak.

"Kami akan cek ke lapangan orang-orang bersangkutan. Karena katanya nyangkut ke kelurahan itu potongan bantuannya. Nah hasil investigasi itu akan kami laporkan ke pimpinan. Tadi juga kan dihadiri pimpinan pak camat. Intinya pengurus menampik. Tidak ada (potongan). Tapi kita akan kroscek, kalau memang ada, ya silahkan laporkan," terangnya.

Sementara itu, beredar kabar Warga Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, diduga mendapat potongan dalam bantuan sosial yang diterima. Mulai dari BST sebesar Rp600 ribu untuk bantuan dua bulan, yang ditengarai mendapat pemotongan sebesar Rp50 ribu. Lalu, bantuan UMKM yang disebut dipotong aparat wilayah dengan jumlah bervariasi. 

Salah satunya Hayat (58), menurutnya, pemotongan bansos di wilayahnya terjadi sejak pandemi berlangsung. Bersama warga lain pun mengaku tidak ikhlas jika bantuan dari pemerintah pusat ini ini potong oleh oknum pengurus lingkungan.

"Kami pengennya tidak ada pemotongan. Kalau bicara ikhlas, tentu tidak ikhlas," katanya

Sementara itu, pemotongan UMKM juga disebut dilakukan pengurus lingkungan tersebut hingga Rp200 ribu. 

"Jadi sebelum dapat bantuan sempat rapat dulu. Setelah dapat bantuan tersebut saya anterin. Kata Pak RW itu, katanya ibu-ibu bapak-bapak ini kan katanya dana dari pemerintah, cuma yang Rp200 ribunya buat di RW sama di lurah," tutur Ombah warga RT 1. (Rizki Mauludi)