Alhamdulillah, Klaster Wisata Covid-19 di Puncak Nihil

Alhamdulillah, Klaster Wisata Covid-19 di Puncak Nihil
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cisarua - Pasca liburan Hari Raya Idulfitri 1442 H, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi aturan PPKM skala mikro dan rapid test antigen.

Selama 3 hari, 151 pelaku bepergian dan wisatawan asal luar Kabupaten Bogor dirapid test antigen di halaman Masjid Attaawun. Alhamdulillah dari ratusan orang tersebut tidak ada yang dinyatakan non reaktif atau negatif terpapar Covid-19.

"Selama 3 hari kami melakukan sosialisasi aturan PPKM skala mikro dan rapid test antigen,Alhamdulillah semuanya dinyatakan non reaktif atau negatif terpapar wabah Covid-19," ucap Penanggung Jawab Pemeriksaan Labkesda Provinsi Jawa Barat Hadiana kepada wartawan, Minggu (23/5/2021).


Dia menerangkan, tidak adanya pelaku bepergian dan wisatawan yang reaktif terpapar wabah Covid-19 karena mereka sadar pentingnya kedisiplinan dalam menerapkan aturan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19 terutama penggunaan masker yang 80 persen mencegah dari resiko terpapar wabah tersebut.

"Saya melihat pelaku bepergian dan wisatawan itu tidak reaktif terpapar wabah Covid-19 karena mereka disiplin dalam memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan atau Prokes Covid-19. Kalau alasan karena mereka sudah divaksin Covid 19 itu saya rasa tidak juga karena vaksin sementara ini diprioritaskan dahulu untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI dan Polisi," terangnya.

Hadiana menuturkan, selama kegiatan berlangsung di Bumi Tegar Beriman jajarannya menyiapkan 600 alat rapid test antigen. Untuk sisa alat yang tidak terpakai maka akan diserahkan ke Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

"Tidak maksimalnya pelaksanaan rapid test antigen karena dalam giat ini kami lebih mengedepankan kerelaan pelaku bepergian dan wisatawan, kalau ada yang reaktif maka akan diswab test dan jika hasilnya benar-benar reaktif maka akan diisolasi mandiri di Pusat Isolasi Covid-19 yang ada di daerah," tutur Hadiana.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Masyarakat dan Aparatur Satpol PP Jawa Barat Herdiwan membenarkan bahwa kesadaran pelaku bepergian dan wisatawan dalam menerapkan Prokes Covid-19 meningkat dibanding sebelumnya.

"Jika dibandingkan giat sosialisasi aturan PPKM dan rapid test antigen sebelumnya, maka di akhir pekan ini kamu melihat ada peningkatan kesadaran untuk melaksanakan Prokes Covid-19. Karena perubahan perilaku tersebut, terbukti pada giat kali ini kami tidak menemukan pelaku bepergian dan wisatawan yang terpapar wabah Covid-19," ucap Herdiwan. (Reza Zurifwan)