Redam Lonjakan Kasus Covid 19, Masyarakat Jangan Berkerumun dan Bepergian

Redam Lonjakan Kasus Covid 19, Masyarakat Jangan Berkerumun dan Bepergian



INILAH, Jakarta-Empat momen libur panjang sepanjang 2020 telah terbukti terjadi lonjakan kasus penyebaran wabah virus corona (Covid 19), belajar dari pengalaman  tersebut maka pemerintah memperketat protokol kesehatan (Prokes) Covid 19.

 

Pengetatan Prokes Covid 19 itu sangat penting karena lonjakan kasus penyebaran Covid 19 juga biasanya diikuti lonjakan 


kematian akibat wabah COVID-19.

 

Masyarakat juga harus terus diingatkan akan pentingnya  engetatan Prokes Covid 19 terutama di saat mereka melakukan perjalanan setiap libur panjang, karena  pemicu lonjakan kasus penyebaran wabah Covid 19 karena hampir selalu diiringi oleh turunnya kepatuhan terhadap Prokes Covid 19.

 

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan. Kepatuhan protokol 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dipredikdi akan turut berkurang. 

 

“Penurunan kepatuhan Prokes Covid 19 menjadi pemicu lonjakan kasus penyebaran wabah Covid 19, lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan  juga ikut meningkat,” kata Sonny dalam Dialog bertema Terus Kencangkan Protokol Kesehatan yang diselenggarakan KPCPEN Jumat, (21/5).

 

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma pun  menghawatirkan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit akan datang secara bersamaan dengan jumlah yang besar.

 

“Kalau sampai 7-8 ribu pasien dirawat bersamaan, maka  akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal,” ungkap Lia.

 

Tidak hanya itu saja, jumlah tenaga kesehatan juga dikhawatirkan tidak mencukupi apabila jumlah kasus yang dirawat di RS meningkat secara bersamaan.

 

“SDM di ICU rumah sakit yang merawat pasien Covid 19 harus khusus, belum lagi apabila jumlah penularan tinggi, maka SDM kita akan mudah tertular seperti awal tahun yang lalu, banyak tenaga kesehatan kita tertular Covid 19,” tambahnya.

 

Lia menuturkan bahwa saat ini kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional kurang dari 30%. Namun sudah ada beberapa provinsi yang menunjukkan peningkatan BOR cukup signifikan

 

“Aceh dan Sulawesi Barat BOR-nya kini sudah di atas 50%. Ada juga beberapa  provinsi yang BOR-nya mencapai 25-50% seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Riau. Lalu yang peningkatannya 10-24% ada di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Tengah dan Jambi,” tutur Lia.

Untuk menekan dan menghindari kondisi terburuk itulah pemerintah memberlakukan peraturan peniadaan mudik tahun ini. Kondisi transportasi selama diberlakukannya aturan peniadaan mudik  juga dinilai sangat efektif.

 

“Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93%. Angkutan udara pun turun 70%. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapapun,” papar Sonny.

 

Aturan pelarangan mudik tahun ini pun mampu menekan keinginan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, penelitian litbang Satgas Covid 19 menunjukkan sebelumnya masyarakat yang ingin melakukan mudik sebesar 33%, turun menjadi 11% setelah diberlakukan aturan pelarangan mudik, bahkan setelah sosialisasi terus menerus dilakukan, keinginan untuk mudik turun menjadi 7%.

 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Soedjatmiko dalam kesempatan ini mengimbau agar semua pihak  membatasi kerumunan dimanapun, baik pemudik maupun yang tidak mudik. Bagi yang tidak mudik juga sebaiknya  jangan berkerumun di pusat perbelanjaan, apalagi di tempat wisata. 

“Jangan sampai saudara kita tertular wabah-19 hingga yang bergejala berat pun harus dirawat di rumah sakit. Jangan berkerumun walaupun masyarakat sudah  divaksinasi sebanyak dua dosis secara lengkap karena masih ada peluang tertular  35 persen dan kerumunan itu ada kecenderungan mengabaikan Prokes Covid 19 juga tinggi, seperti memakai masker tidak benar, bahkan tidak memakai masker sama sekali," ujar Soedjatmiko

Ia melanjutkan apabila ada keluarga yang mudik atau pernah berkerumun selama 1 jam atau lebih, perlu diwaspadai. Sarankan untuk swab Antigen atau PCR, dan bila perlu laporkan ke ketua RT/RW dan Satgas Covid 19 di lingkungan masing-masing. (Reza Zurifwan)