Pelanggan Zona 1 Kecewa Pelayanan Tirta Pakuan, Ini Jawaban Dirut

Pelanggan Zona 1 Kecewa Pelayanan Tirta Pakuan, Ini Jawaban Dirut
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di zona 1 ramai-ramai menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan Perumda Tirta Pakuan dikarenakan pasokan air terhenti dan tidak ada solusi untuk pelanggan selama perbai­kan pipa bocor ACP 21 di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Kecamatan Caringin, Kabu­paten Bogor. Meski perbaikan pipa tersebut sudah tuntas pada Rabu (19/5) malam, tetapi pasokan air belum bisa pulih.

Dari informasi yang dihimpun, akun media sosial Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor juga menjadi sasaran pelampiasan kekecewaan pelanggan. Bahkan beberapa pelanggan merasa pelayanan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tidak maksimal bukan saja saat adanya perbaikan kebocoran ini, tetapi dihari-hari biasa juga pelayanan kurang maksimal.

Salah satu pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di zona 1 wilayah Kelurahan Sindang Rasa, H. Ariyawan mengatakan, memang untuk pemberitahuan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sudah bagus dipublikasikan kan, akan tetapi apa langkah kongkrit untuk pelanggan karena air merupakan kebutuhan sehari-hari.


"Ini untuk telat bayar denda, bahkan bisa diancam diputus. Kalau ada komplain lama ditindaklanjuti. Apa 'kompensasi' bagi pelanggan dong malau ada force majeur seperti ini. Harusnya diberitahukan juga bahwa dampaknya bisa selama empat hari dari awal," ungkap Ariyawan pada Kamis (20/5/2021) siang.

Pelanggan lainnya, M. Garuda Jaya mengatakan, jalur Tajur Bogor Selatan mati terus aliran air, mau sampai kapan ini?.

"Air itu kebutuhan pokok sama kayak listrik, tolong diperhatikan. Lama-lama mending berhenti air PAM dan pakai sumur," tegasnya.

Pelanggan lainnya di Kelurahan Sindang Rasa, Tikah menyampaikan, bahwa untuk pelayanan air Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor belum maksimal dikarenakan air mengalir hanya malam hingga dini hari saja. Kalaupun siang terkadang ada aliran tapi hanya sebentar sehingga selain harus modal untuk penampungan air, keluarganya harus kuat menahan kantuk demi mendapatkan air.

"Bahkan kalau ada pengaduan, tindak lanjut lama. Kemarin juga tagihan naik, tidak ada solusi malah saat mengadu air mau diputus. Kami perlu bukti pelayanan yang nyata, bukan hanya janji. Untuk meminta air tanki saja ini lama, pasti alasannya klasik karena permintaan banyak. Kok tidak berkembang ke lebih baik pelayanannya," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, jadi proses perbaikan pipa ACP 21 di Jalan Caringin ini telah di mulai sejak minggu lalu, kondisi bocor yang telah terjadi sejak lama mengakibatkan pelayanan di zona 1 sudah lama kurang optimal.

"Untuk itu kami perbaiki segera. Proses perbaikan fisik telah selesai saat ini sedang proses pemulihan sedang berlangsung," ungkapnya kepada INILAH pada Kamis (20/5/2021) sore.

Rino melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan, pihaknya turunkan armada mobil tangki sebanyak 5 unit dan akan terus ditambah. Petugas lapangan di turunkan full tim untuk percepatan pemulihan. Tetapi bagi pelanggan yang belum mendapatkan pasokan air mobil Tanki, kendalanya karena permintaan yang banyak mobil tanki air dari pelanggan.

"Kendala di lapangan seperti itu. Kami ikhtiar terbaik yang bisa kami lakukan," tambahnya.

Terpisah, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ar­dani Yusuf melalui Manajer NRW & Transmisi Distribusi Nasrul Zahar memaparkan, petugas langsung fokus memulihkan sistem pengaliran zona 1 se­telah membuka pasokan air dari Sumber Air Tangkil. Pro­ses recovery jaringan ini diu­payakan cepat dan efektif agar pasokan air ke pelanggan bisa kembali normal. Proses pemulihan jaringan ini membutuhkan waktu 4-7 hari hingga pasokan kem­bali pulih.

"Ada pertanyaan dari masy­arakat apakah saat proses pemulihan pasokan air benar-benar mati? Tidak. Karena pasokan air dari Mata Air Tangkil sudah kami buka ke­tika perbaikan pipa selesai. Tapi air yang ada dalam pipa itu terhadang udara yang masuk saat proses perbaikan. Nah, udara ini yang harus kami buang pelan-pelan," pungkasnya.