Airlangga: Penerima Kartu Prakerja Calon Pahlawan Kebangkitan Ekonomi

Airlangga: Penerima Kartu Prakerja Calon Pahlawan Kebangkitan Ekonomi
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (antara)



INILAH, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut para penerima Kartu Prakerja adalah calon pahlawan kebangkitan ekonomi nasional karena pada negara membutuhkan orang-orang yang mau beradaptasi dengan keadaan pandemi.

“Kita membutuhkan ujung tombak yaitu orang-orang yang tidak menyerah pada keadaan, mau berubah, mau bangkit, mau meningkatkan kemampuan, mau menerima tantangan, serta mau memberikan manfaat kepada orang lain. Saya yakin, semua yang mengikuti Kartu Prakerja memiliki kemauan itu dalam dirinya,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Pada tahun 2020 lebih dari 5,5 juta orang menjadi penerima Kartu Prakerja dan tahun 2021 (per 18 Mei 2021) telah mencapai dari 2,7 juta orang, sehingga totalnya mencapai 62 juta orang.


Hasil survei lembaga independen Cyrusnetwork menyatakan 80,9 persen responden setuju dan 15,1 persen responden sangat setuju bahwa setelah mengikuti pelatihan Program Kartu Prakerja mereka memiliki tambahan keterampilan. Kemudian 72 persen responden setuju dan 26 persen sangat setuju bahwa Program Kartu Prakerja berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial.

Program ini juga menurunkan tingkat pengangguran, di mana jumlah kelompok wirausaha naik 13 persen. Naiknya jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran Program Kartu Prakerja karena semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

“Jika hal itu terjadi secara masif tentu akan dapat mengangkat produktivitas dan ekonomi nasional. Pada saat itulah para penerima Kartu Prakerja mampu mengangkat kepala dan tidak lagi menjadi calon, namun sudah menjadi pahlawan Kebangkitan Nasional di untuk ekonomi Indonesia,” kata Menko Airlangga.

Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp4,9 triliun rupiah sebagai insentif kepada para penerima Program Kartu Prakerja. Namun, Menko Airlangga menegaskan kunci kesuksesan Program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan, tetapi juga pada perubahan positif yang terjadi pada penerimanya.

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Program ini adalah wujud kerjasama pemerintah dan swasta dalam melayani masyarakat dengan semangat gotong royong demi SDM unggul, Indonesia maju. (antara)