Dewan Minta Disdik Awasi Prokes PTM, Bima Janji Evaluasi Berkala

Dewan Minta Disdik Awasi Prokes PTM, Bima Janji Evaluasi Berkala
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Jelang dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli mendatang Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor melakukan pertemuan intens dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Untuk jaminannya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan PTM dievaluasi secara berkala.

Bima mengatakan, uji coba PTM setelah libur lebaran. Minggu ini pihaknya akan fokus pada persiapan PTM. 

"Ada beberapa sekolah yang dijadikan sampel untuk tatap muka. Evaluasi berjalan terus, tidak menunggu nanti setelah dilakukan langsung evaluasi. Secara berkala evaluasinya," tegas Bima, Kamis (20/5/2021).


Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi menjelaskan, akan ada 73 sekolah yang mengikuti masa uji coba terbatas ini. Dimana, 73 sekolah tersebut terdiri dari 36 SD yang terdiri atas enam sekolah di masing-masing kecamatan se-Kota Bogor, 37 SMP yang terdiri dari 20 SMP negeri dan 17 SMP swasta. Termasuk beberapa SMA se-derajat yang berada di bawah tanggung jawab KCD Wilayah 1 Kota Bogor.

"Jadi SMP ada 37 sekolah, terdiri dari 20 sekolah negeri, 17 sekolah swasta. Kalau SD di setiap kecamatan ada enam, terdiri dari swasta dan negeri. Jadi total ada 36," terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said Muhamad Mohan meminta agar pihak Disdik Kota Bogor memperhatikan protokol kesehatan di setiap sekolah. Terlebih Disdik berencana menggelar uji coba di 37 SMP yang terdiri dari 20 SMP Negeri dan 17 SMP Swasta, serta 36 SD yang terbagi menjadi enam di masing-masing kecamatan.

"Jadi karena akan dilakukan uji coba, maka kami ingin mendapatkan informasi terlebih dahulu seperti apa mekanisme nya dan tadi saya sampaikan agar protokol kesehatan dipastikan betul. Kalau ada satu kasus positif di sekolah, otomatis akan ditutup sekolahnya selama uji coba berlangsung," tutur Mohan.

Mohan membeberkan, bahwa pihak Disdik Kota Bogor sudah menyurati Satgas Covid-19 Kota Bogor terkait meminta restu untuk dilaksanakannya uji coba PTM. Tetapi orang tua tidak perlu takut atau merasa terbebani jika tidak memberikan izin anaknya untuk mengikuti PTM. Karena orang tua masih memiliki hak untuk tidak mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti PTM.

"Yang paling penting siswa itu sebenarnya tidak diwajibkan dan orang tua murid boleh tidak mengizinkan tidak mengikuti PTM dengan membuat surat pernyataan," jelas Mohan.

Dalam uji coba PTM mendatang, Mohan menjelaskan sistemnya akan menggunakan cara bergantian. Dimana dari dua pekan jadwal uji coba PTM akan dibagi menjadi 50 persen dari jumlah siswa dalam 1 kelas yang mengikuti di setiap pekannya. Hal itu dikarenakan agar pihak Disdik dan DPRD Kota Bogor bisa lebih fokus dalam melakukan pengawasan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan kadis bahwa saat ada jadwal pasti kita akan membantu disdik melakukan evaluasi," tegasnya. (Rizki Mauludi)