Klopp Minta Liverpool Move On ke Laga 'Fina

Klopp Minta  Liverpool Move On ke Laga 'Fina
Ilustrasi/Antara Foto



LIVERPOOL akhirnya tinggal selangkah lagi memastikan diri finis di posisi empat besar Liga Inggris. Mereka menatap laga final kontra Crystal Palace.

Liverpool tinggal separuh jalan menuntaskan ambisi lolos ke Liga Champions musim depan. Mereka memenangi laga krusial kontra Burnley Turf Moor, Kamis (20/5) dini hari WIB.

Menyusul kemenangan Chelsea atas Leicester City 2-1 di Stamford Bridge sehari sebelumnya, Liverpool dituntut untuk bisa memenangi duel sengit kontra Burnley.
The Clarets bukan lawan mudah mengingat mereka menang 1-0 di Anfield Januari lalu. Terbukti Burnley menyulitkan Liverpool lewat permainan taktisnya sebelum Roberto Firmino memecah kebuntuan pada menit ke-43.


Di babak kedua, gol Nathaniel Phillips di menit ke-52 menggandakan keunggulan Liverpool. Burnley masih memberikan perlawanan sebelum gol Alex Oxlade-Chamberlain di menit ke-88 memastikan kemenangan 3-0.

Hasil ini membuat Liverpool pertama kalinya masuk ke empat besar setelah terakhir pertengahan Februari lalu. Dengan 66 poin dari 37 laga, Liverpool memegang kendali menuju empat besar, unggul selisih gol (+24) atas Leicester City (+20) di posisi kelima.

Mengingat laga terakhir menghadapi Palace bakal dihadiri penonton di Anfield 23 Mei besok, angin menuju ke arah Liverpool. Tapi, Juergen Klopp mewanti-wanti bahwa tugas Liverpool belum selesai karena harus memenangi "final" demi lolos ke Liga Champions.

"Ini adalah semifinal. Kami harus memenangi semifinal ini dan berhasil. Belum ada yang pasti tapi kami mampu memperbaiki posisi kami, lalu ada final menunggu. Itulah yang kami butuhkan. Kemenangan ini pantas didapat karena performa top," ujar Klopp seperti dikutip Sky Sports.

"Apakah selisih gol berpengaruh? Tidak. Kami melihat laga ini adalah semifinal. Anda tidak bisa berpikir bakal menang 3-0 di kandang Burnley. Mereka selalu menyulitkan," sambungnya.

Klopp kini langsung fokus memulihkan kondisi fisik timnya. Dia ingin para pemain benar-benar all out di laga terakhir.

"Kami harus bisa pulih secepatnya. Kami kekurangan stok pemain di beberapa posisi. Kami harus bisa melindungi mereka. Saya tidak sabar menanti 10.000 fan di Anfield. Belum ada yang pasti - Palace itu kuat lo," tutup Klopp.

Kisah Spesial 

Sementara itu eks striker Tottenham Hotspur, Darrent Bent, mengatakan bahwa musim 2020-2021 akan jadi kisah yang spesial bagi Liverpool jika finis di posisi empat besar.

Klopp tak mampu mengeluarkan potensi terbaik skuadnya pada musim ini. Klopp tak bisa mengulangi kesuksesannya kala membawa Liverpool menjadi juara Liga Inggris musim 2019-2020.

Adapun pada Liga Inggris musim ini, performa Liverpool jauh dari ekspetasi para penggemar. Jebloknya performa Liverpool musim ini tak lepas dari krisis cedera yang mereka alami.

Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, dan Diogo Jota harus absen hingga akhir kompetisi. Bent mengatakan bahwa dengan daftar cedera yang dimiliki, Liverpool akan menjadi tim yang luar biasa jika mampu finis di posisi empat besar.

"Ini luar biasa jika Livepool bisa finish di posisi empat besar," kata Bent.

"Dengan daftar cedera yang mereka miliki, orang-orang mengatakan Liverpool tidak akan finis di tempat Liga Europa. Orang-orang membuat meme tentang itu. Mereka bisa dibilang kehilangan bek tengah terbaik di dunia dan juga kehilangan Diogo Jota," tandasnya. (bsf)