Akhir Bulan Ini, Pemprov Jabar Buka 500 Posisi untuk CPNS dan 16 Ribu PPPK

Akhir Bulan Ini, Pemprov Jabar Buka 500 Posisi untuk CPNS dan 16 Ribu PPPK
net



INILAH, Bandung - Pada akhir Mei 2021 ini, Pemprov Jabar bakal membuka sekitar 500 posisi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Plus, sebanyak 16.000 Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentiaan, dan Formasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Hermin Wijaya, Rabu (19/5/2021).

Dengan adanya rencana ini, masyarakat yang berminat untuk mendaftar pun diminta bersiap-siap untuk memenuhi persyaratan administrasinya.


"Kalau untuk formasi kita sudah ada penetapan dari sana, tapi yang jelas tahun ini agak lumayan banyak itu untuk pegawai PPPK. Untuk yang CPNS itu sekitar 500, PPPK untuk guru itu sekitar 16 ribuan," ujar Hermin.

Dia mengatakan, pada pengadaan 16.000 PPPK untuk posisi guru memang cukup banyak yaitu untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB. Kendati begitu, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai detail posisi tersebut.

"CPNS untuk tenaga kesehatan kebanyakan, contohnya seperti perawat dan dokter. Terus ada tenaga teknis. Tenaga kesehatan itu sekitar 200-an dari 500-an. Sisanya tenaga teknis, sesuai kebutuhan perangkat daerah yang ada di Pemprov Jabar," katanya.

Hermin mengatakan rencana pengadaan CPNS dan PPPK tersebut sudah diterimanya, tapi masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk teknis pengumuman dan pelaksanaannya.

"Tapi untuk ancang-ancang pengumumannya itu sudah ada. Akhir bulan ini rencana pengumuman, pengumuman sama Pemprov Jabar tapi ada arahan dari pusat. Seperti teknis narasinya apa yang harus dimunculkan, tanggal berapa, pendaftaran berapa lama, itu menunggu dari pusat," katanya.

Hermin menyampaikan, masyarakat yang hendak turut serta diminta mempersiapkan berbagai persyaratan administrasi, dari mulai identitas diri, surat tanda pendidikan, sampai surat keterangan catatan kepolisian.

"Tentunya belajar mah harus, kayak soal-soal jawaban tes CPNS begitu. Terpenting juga adalah jangan percaya kabar-kabar yang beredar, selain dari BKD. Kan suka banyak beredar di grup WA seperti itu," katanya.

Di sisi lain, dia juga berharap tidak ada masyarakat yang sampai tertipu pihak-pihak yang menjanjikan bisa membantu kelulusan CPNS arau PPPK dengan syarat uang. Hal ini harus menjadi perhatian, mengingat yang terjadi pada penerimaan CPNS tahun lalu pun masih terjadi adanya yang tertipu rayuan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Yang jelas jangan ada yang tergiur sama tawaran terkait uang. Tes CPNS kemarin dan tes kesehatannya kita yang biayai. Jangan tergiur sama tawaran bayaran uang yang katanya tidak usah tes untuk formasi tertentu. Yang seperti itulah jangan dipercaya," katanya.

Tes CPNS, katanya, bisa diikuti siapa pun sesuai administrasinya. Sedangkan, untuk tes PPPK hanya bisa diikuti guru honorer yang terdaftar pada Data Pokok Pendidikan.

"Kekhususan PPPK tahun ini, ada tiga kali kesempatan untuk tes. Kalau tes pertama tidak lulus, bisa yang kedua, lalu yang ketiga. Kalau CPNS biasa ada CAT, SKD, ada SKB. BKD provinsi menunggu dari Kemenpan, gongnya sudah ada, nanti kami umumkan. Semua persiapan sudah siap, tinggal nunggu pencet tombol dari sana," katanya. (Rianto Nurdiansyah)