Vaksinasi Guru di Bandung Ditargetkan Rampung Akhir Mei

Vaksinasi Guru di Bandung Ditargetkan Rampung Akhir Mei
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Istimewa)



INILAH, Bandung - Vaksinasi Covid-19 terhadap guru dan tenaga kependidikan ditargetkan rampung pada akhir Mei. Diharapkan pada Juli saat pembelajaran tatap muka dimulai, seluruh guru dan tenaga kependidikan telah selesai divaksin. 

"Dosis satu sudah 96.5 persen. Yang belum divaksinasi mungkin alasan medis atau apa, dan masih tetap dilayani di puskesmas. Sekarang dosis kedua sudah 35 sekian persen. Insya Allah kalau sesuai jadwal dan pada sehat di akhir bulan ini selesai," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara pada Rabu (19/5/2021). 

Dijelaskan dia, vaksinasi yang relatif berjalan lambat saat ini adalah terhadap lanjut usia (lansia). Vaksinasi dosis pertama, baru mencapai 31 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua baru mencapai tahap 28 persen. Situasi ini pun menjadi tantangan pihaknya. 


"Ini masih jadi tantangan. Saya juga mengimbau kepada keluarga yang punya lansia, atau yang kita tahu tetangga kita lansia, tolong diantar untuk mendapatkan layanan vaksinasi ini. Namun saya tekankan penambahan kasus Covid-19 di Kota Bandung saat ini tidak mengalami peningkatan signifikan pasca libur Lebaran," ucapnya. 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, vaksinasi dosis kedua kepada tenaga pendidik dan kependidikan sedang dilakukan untuk mempercepat target 100 persen. Dengan kondisi tersebut, apabila pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Pemerintah kota telah siap dari segi infrastruktur dan sumber daya. 

"Kita saat ini se-Kota Bandung sudah 95 persen dosis kesatu sudah selesai. Mudah-mudahan akhir Mei bisa 100 persen. Mudah-mudahan kalau Juli pemerintah pusat membuka untuk PTM, secara infrastruktur dan sumberdaya kita sudah siap," kata Yana. 

Menurut dia, kurang lebih tenaga pendidik dan kependidikan yang divaksinasi di Kota Bandung saat ini telah mencapai 36 ribu orang. Vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan, merupakan syarat agar belajar tatap muka dapat dilaksanakan. 

"Kita juga terus melakukan simulasi, termasuk melakukan dialog dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Jadi pada dasarnya, Pemkot Bandung sudah siap dan tinggal menunggu regulasi dari pemerintah pusat untuk PTM ini," ucapnya. (Yogo Triastopo)