Lebaran, Lontong Medan Menu Favorit Supardi

Lebaran, Lontong Medan Menu Favorit Supardi
Foto: Muhammad Ginanjar



INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir mengungkapkan makanan favoritnya di setiap perayaan Idul Fitri setiap tahunnya. Adalah lontong Medan. 

Menurutnya, lontong Medan menjadi salah satu makanan yang ditunggu-tunggunya di setiap Lebaran. Sebab, lontong Medan memiliki rasa yang khas di lidahnya. 

"Untuk favorit, sebenarnya di Lebaran kita punya lontong saja sih. Karena Lontong Medan dengan khasnya," ungkap Supardi saat dihubungi.


Namun, tidak hanya lontong, pemilik nomor punggung 22 ini menilai seluruh makanan menjadi favoritnya. Terlebih, makanan itu tersaji di perayaan Idul Fitri. 

"Karena dalam Islam itu ada dua hari yang harus kita rayakan. Hari Idul Fitri dan Idul Adha. Itu hari makan istilahnya. Jadi nikmati saja dan Nabi menyuruh kita banyak makan  malah. Karena memang hari untuk makan. Jadi makna lebaran lebih dari sekadar lebaran. Hari-hari besar kaum muslim harus kita bangga dengan hari ini," tegasnya.

Meski demikian, Supardi memahami ada batasan dalam menyantap makanan yang disajikan. Apalagi, dia masih aktif sebagai pesepakbola. 

"Sejauh ini kita pemain profesional. Kita tahu apa kebutuhan kita, apa kebutuhan badan kita apa yang baik untuk kita. Semua pemain profesional pasti tahu itu. Dan saya menyadari itu," katanya.

Meski demikian, lanjutnya, di hari pertama Lebaran, Supardi mengaku tidak memilih-milih makanan yang disantapnya. Bahkan dia makan dengan lahap, apapun makanannya. 

"Mungkin hari pertama saya hajar. Terus terang saya gak akan perhatikan makan apa ini itu di hari pertama. Mungkin setelah itu akan menjaga karena saya tidak takut. Karena apa yang saya makan saya tahu apa yang saya harus lakukan. Ketika saya makan ini apa yang harus saya lakukan. Jadi saya tidak terlalu khawatir makanan, makanan tertentu maksudnya. Yang halal yang baik. Tidak semua harus dimakan. Tetapi untuk menjaga jangan terlalu banyak makan makanan sesuatu hari pertama saya makan banyak," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)