Bela Palestina, DPRD Jabar Kutuk Israel

Bela Palestina, DPRD Jabar Kutuk Israel
antarafoto



INILAH, Bandung – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ahcmad Ru’yat mengutuk keras tindakan Israel, yang melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap masyarakat negara Palestina.

Dia mengatakan, kemerdakaan adalah hak segala bangsa dan semua bentuk penjajahan harus dihapuskan. Kala menghampiri 18 organisasi buruh yang tengah melakukan aksi massa mengecam kekejaman Israel, di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Selasa (18/5/2021).

"Kami atas nama DPRD Jabar, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu maka, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," dalam orasinya di hadapan massa.


Ru’yat menambahkan, tindakan laiknya teroris yang dilakukan Israel terhadap Palestina, bukan lagi soal agama maupun perebutan wilayah. Tetapi sudah mengarah pada penindasan kemanusiaan dan mengoyak persaudaraan sesama manusia.

"Persoalan Palestina bukan soal agama tapi soal persaudaraan dan kemanusiaan," ucapnya.

Berpedoman dengan pernyataan Presiden Soekarno di Konferensi Asia Afrika pada 1955 silam, yang mengutuk Israel atas penjajahannya terhadap Palestina. Pihaknya pun tetap akan mendengungkan hal serupa, hingga Palestina mendapatkan kemerdekaannya.

"Semua negara sudah merdeka kecuali Palestina. Kami sangat mengutuk intervensi Israel ke Palestina," kata Ru’yat.

Dia pun mendukung penuh kebijakan politik luar negeri Indonesia, yang menguatkan keberpihakannya kepada Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ru’yat juga meminta kepada buruh untuk terus bekerjasama dengan pemerintah, dalam memberikan simpati dan menguatkan Palestina yang tengah menghadapi cobaan atas kekejian Israel.

"Kami sangat mendukung kebijakan luar negeri Indonesia atas Palestina di PBB, serta mengutuk perlakuan Israel yang kini terus memborbardir Tepi Barat Palestina dimana ada kehidupan didalamnya. Mari sama-sama bekerja untuk kehidupan masyarakat Palestina. Indonesia yang merupakan negara terbesar umat Islam harus memberikan simpati pada Palestina," lanjutnya. (Yuliantono)