Kota Bogor Dikepung Bencana Alam dalam Satu Malam

Kota Bogor Dikepung Bencana Alam dalam Satu Malam
istimewa



INILAH, Bogor - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Minggu (16/5/2021) sore hingga malam hari menyebabkan 23 bencana alam di beberapa wilayah Kota Bogor. Mulai dari tanah longsor, banjir lintasan, hingga dinding ambruk.

Diketahui beberapa kejadian itu terjadi mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan, berdasarkan data dari BPBD Kota Bogor, bencana alam didominasi oleh tanah longsor, dan banjir lintasan.

"Ya, tanah longsor terjadi di 13 titik, banjir lintasan terjadi di tujuh titik, dinding ambruk yang merupakan dinding pembatas dan dinding rumah warga terjadi di dua titik," ungkap Theo melalui keterangannya, Senin (17/5/2021) malam.


Theo menjelaskan, kejadian bencana alam ini tersebar di Kecamatan Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Timur, dan Bogor Selatan. Untuk kejadian tanah longsor, total ada 13 titik bencana terjadi di Kecamatan Bogor Utara, Bogor Timur, Bogor Tengah, dan Bogor Selatan. Sementara, untuk kejadian dinding ambruk keduanya terjadi di Kecamatan Bogor Utara. 

"Sedangkan banjir lintasan melanda beberapa kelurahan di Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Selatan. Banjir lintasan yang melanda wilayah Bogor Utara terjadi akibat meluapnya Kali Ciparigi, Kali Ciheuleut, dan Kali Cibuluh," tuturnya.

Theo menambahkan, sedangkan di Kecamatan Bogor Selatan, banjir diakibatkan oleh Kali Leuwi Loa yang meluap. Saat ini, seluruh kejadian bencana sudah ditangani oleh tim dari BPBD Kota Bogor. Baik dari banjir yang sempat merendam rumah warga, kini sudah surut. Hingga penanganan longsor dengan pemberian terpal di lokasi kejadian.

"Khusus untuk kejadian tanah longsor di Kecamatan Bogor Selatan, tepatnya di Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, warga yang rumahnya terdampak harus mengungsi ke tempat saudaranya untuk sementara waktu," terangnya.

Theo juga menuturkan, tanah longsor dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter ini, membuat dinding dapur rumah warga jebol. Setidaknya, ada tiga kepala keluarga (KK) yang berisi 10 jiwa terdampak dari kejadian ini. Penanganan sudah selesai dilakukan oleh BPBD Kota Bogor. 

"Ya, untuk sementara waktu, pihak terdampak mengungsi ke rumah saudaranya. Juga ada kebutuhan mendesak karena diperlukan pemasangan terpal di lokasi kejadian," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, dirinya mengatakan sudah meminta aparatur wilayah menginventarisir seluruh titik-titik bencana yang ada di Kota Bogor. Kemudian Dedie sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menindak lanjuti kejadian itu.

"Ada juga titik-titik bencana yang kewenangannya dibawah BBWSCC, maupun PSDA Provinsi Jabar. Nanti akan dikoordinasikan oleh PUPR. Tapi secara umum oleh Bu Sekda sudah," pungkasnya. (rizki mauludi)