Ridwan Kamil Apresiasi 99% Warga Jabar yang Taat Prokes Selama Libur Lebaran

Ridwan Kamil Apresiasi 99% Warga Jabar yang Taat Prokes Selama Libur Lebaran
net



INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan terdapat 53 orang di Jabar positif Covid-19 berdasarkan hasil pengetesan gabungan selama periode libur Lebaran 2021. Dari jumlah tersebut, 50 orang merupakan pemudik dan tiga lainnya wisatawan. 

Ridwan mengaku, kini pihaknya sudah menindaklajuti 53 orang yang terpapar Covid-19 tersebut. 

"Kekhawatiran itu nyata dengan temuan di Jabar yang positif Covid-19, baik itu di jalan dan wisatawan," ujar Ridwan, Senin (17/5/2021).


Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, dalam pengetesan Covid-19 gabungan tersebut menyasar sekitar 6.000 warga. Bilamana ditemukan 53 orang yang positif Covid-19 itu artinya hanya sekitar 1 persen warga Jabar. Untuk itu, dia menyampaikan terima kasih kepada 99 persen warga Jabar yang dinilai sudah mematuhi protokol kesehatan.  

"Jadi saya tidak hanya fokus kepada yang melanggar. Saya juga ucapkan terima kasih kepada warga Jabar yang taat," ucapnya.

Emil juga mengimbau kepada warga Jabar agar tetap menjaga kedisiplinan dalam menggunakan masker maupun menjaga jarak. Mengingat setelah lebaran ada penurunan terhadap kedispilinan di masyarakat. 

"Sebelum Lebaran yang tadinya di atas 83 persen sekarang turun ke 70-an persen. Mudah-mudahan itu bisa naik lagi di hari berikut," harap dia.

Di sisi lain, Emil bersyukur lantaran pada pekan ini tidak ada darah di Jabar yang masuk kategori zona merah Covid-19. Hal itu seiring Kabupaten Majalengka yang kini sudah naik menjadi zona oranye. 

Termasuk pula bed occupancy rate (BOD) yang berada di angka 28 persen atau paling rendah selama pengendalian Covid-19 di Jabar. 

"Yang kita akan waspadai adalah laporan dua minggu ke depan setelah libur Lebaran," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya melakukan dua kebijakan, salah satunya mewajibkan RT/RW melaporkan warga yang menjalani mudik selama lebaran. Mereka harus dilaporkan untuk menjadi prioritas pengetesan.

"Kami tidak mau pemudik balik, datang tidak dites, khususnya yang dari sumber pemudik Jabodetabek dan Bandung Raya terus berinteraksi di wilayahnya dan tiba-tiba terjadi klaster di pemukiman," paparnya. 

Selain itu, Emil juga memastikan akan melakukan pengetesan pada momentum arus balik. Di mana terdapat 17 titik pengetesan yang sudah disiapkan.

"Masing-masing ada 200an pengetesan per titik, jadi per hari 3.000-3.500 pengetesan antigen," ucapnya. 

Lebih lanjut, Emil memastikan, bakal menindaklanjuti arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait pengendalian Covid-19 pascalibur Lebaran. Sejauh ini pihaknya pun telah melakukan sosialisasi larangan mudik yang dinilai berhasil menekan angka kemudian di Jabar.

Emil menyampaikan, sebelum dilakukan sosialisasi ada potensi 89 juta yang mudik di Jabar. Namun setelah sosialisasi turun menjadi 8,9 juta. 

"Dan setelah selesai sosialisasi dan penyekatan yang masih mudik tercatat hanya 1,5 juta atau 1,1 persen. Walaupun hanya 1,1 persen, potensi untuk menjadi kenaikan kasus pasti harus diwaspadai," katanya.

Arahan kedua adalah terkait ekonomi, di mana pihaknya diminta agar tetap bekerja keras. Diketahui hanya 10 provinsi yang positif, paling tinggi adalah Papua.

"Jabar ada di minus 0,83 persen. Jauh lebih baik dari tahun sebelumnya mudah-mudahan lebih baik di atas 0 persen," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)