Kapten Persib Berharap Liga 1 2021 Segera Mendapatkan Izin

Kapten Persib Berharap Liga 1 2021 Segera Mendapatkan Izin
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir menaruh harapan besar Liga 1 2021 yang akan digelar 3 Juli mendatang bisa benar-benar terselenggara. 

Pasalnya, dikatakan Supardi, sudah cukup lama kompetisi Indonesia terhenti. Setidaknya hampir lebih dari satu tahun.

Bahkan, Liga 1 musim 2020 lalu hanya berlangsung tiga pertandingan. Sebab, pihak Kepolisian Republik Indonesia tidak memberikan izin penyelenggaraan dengan alasan pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih masif. 


Karena itu, Supardi berharap Liga 1 2021 bisa mendapatkan izin. Berkaca pada penyelenggaraan Piala Menpora 2021 yang sudah berlangsung pada Maret hingga April lalu.

"Harapannya untuk izin Liga 1 semoga secepatnya. Itu harapan semua pemain, harapan semua suporter, harapan semua stakeholder, harapan kita semua," kata Supardi saat dihubungi.

Menurutnya, pertandingan sepak bola memiliki dampak yang cukup besar. Bahkan sebagian besar masyarakat menjadikan sepak bola sebagai mata pencahariannya. 

"Di luar sana yang mencari makanan mencari rezeki di lingkungan sepak bola juga mereka berharap secepatnya. Itu harapan kita semua," tuturnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita juga masih menunggu izin untuk bisa menyelenggarakan Liga 1 2021. Diharapkan izin itu dikeluarkan kepolisian pada Mei ini. 

Pasalnya, izin yang keluar pada periode tersebut diharapkan bisa membantu klub-klub peserta mempersiapkan dalam tim.

Sembari menunggu izin Liga 1, saat ini LIB tengah mengkaji soal suporter. Dalam waktu normal, kata Hadian, pengkajian soal suporter di masa pandemi Covid-19 membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Sementara, LIB hanya punya waktu tidak lebih dari dua bulan untuk membuat kajian tersebut, menyusul Liga 1 2021 diwacanakan bergulir mulai 3 Juli mendatang.

"Untuk waktu sependek ini, kami (hanya bisa) buat kajian sederhana atau kajian awal. Saya perkirakan butuh 5 bulan untuk membuat kajian lengkap pertandingan dengan protokol kesehatan dan ada penonton terbatas," kata Hadian Lukita.

Kajian lengkap yang dimaksud Hadian Lukita yakni secara menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak berwenang. Termasuk menampilkan data-data yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan sebelum membuat keputusan.

Pihak-pihak yang dimaksud mulai epidemiologi tentang penyebaran, pola, dan penentu kondisi kesehatan terhadap virus corona. Kemudian Kementerian Kesehatan terkait data vaksin dan lainnya, Satgas Covid-19 soal zona merah, serta masalah yang ditimbulkan yang berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) oleh Kepolisian. (Muhammad Ginanjar)