Ade Yasin Minta ASN Mudik Rapid Test Antigen Mandiri

Ade Yasin Minta ASN Mudik Rapid Test Antigen Mandiri
foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemkab Bogor yang mudik ke daerah asal atau kampung halamannya diminta melaksanakan rapid test antigen secara mandiri oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

"ASN dan pegawai yang kemarin tidak ketauan mudik, sayq himbau agar sadar merapid tes antigen dirinya secara mandiri, hal ini agar mereka yang dinyatakan reaktif tidak menjadi penyebar wabah virus corona (Covid 19)," ucap  Ade Yasin kepada wartawan usai apel di Halaman Gedung Setda Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin, (17/5).

Mantan advokat ini menerangkan bahwa dengan melaksanakan rapid test antigen secara mandiri, itu bagian dari upaya pencegahan klaster perkantoran penyebaran wabah Covid 19.


"Jangan sampai seperti di daerah lain, di mana klaster perkantoran penyebaran wabah Covid 19 terbilang tinggi. Oleh karena itu Kepala Dinas,Badan dan Kantor saya minta mengontrol pencegahan penyebaran wabah Covid 19 di lingkungan kerjanya masing-masing," terangnya.

Ade menuturkan saat ini penyebaran wabah Covid 19 di Bumi Tegar Beriman terbilang menurun, hal itu diikuti jumlah pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit dan Pusat Isolasi Covid 19.

"Jumlah pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit dan Pusat Isolasi Covid 19 serta orang yang terpapar wabah Covid 19 memang menurun, tetapi ruang ICU untuk pasien Covid 19 masih penuh. Hal ini membuat kita harus terus menekan resiko penyebaran wabah ini," tutur Ade.

Ia menjelaskan jumlah ruang ICU bagi pasien Covid 19 bisa saja ditambah kedepannya, jikalau ada peningkatan penyebaran wabah Covid 19 di Bumi Tegar Beriman.

"Kita sudah berupaya menyekat wisatawan asal luar Bogor agar mengurangi resiko penyebaran wabah Covid 19, hal itu untuk mencegah klaster wisatawan penyebaran wabah Covid 19. Walaupun begitu, kalau ada peningkatan atau lonjakan penyebaran wabah Covid 19 dan dibutuhkan ruang ICU, maka akan kami siapkan. Kita berdo'a agar kekhawatiran itu tidak terjadi," jelasnya. (Reza Zurifwan)