Garut Bolehkan Salat Id Berjamaah dengan Prokes

Garut Bolehkan Salat Id Berjamaah dengan Prokes
Ilustrasi (zaenulmukhtar)



INILAH, Garut - Pemkab Garut memperbolehkan salat Id pada Idulfitri 1442 H diselenggarakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan. Hanya, dalam pelaksanaannya, salat Id harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan dimaksud antara lain masing-masing jamaah mesti membawa sajadah sendiri dari rumah, memakai masker, dan menjaga jarak. Kapasitas tempat salat juga maksimal hanya untuk 50 persen dari biasanya. Baik di masjid maupun tempat terbuka/lapangan.

"Salat Idulfitri berjamaah di masjid, di lapangan, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Di mana kapasitas masjid tidak boleh lebih daripada 50 persen, begitu juga lapangan. Wajib membawa sejadah dari rumah, tetap menggunakan masker. Yang suhu tubuhnya tinggi, lebih baik Salat Id di rumah saja," kata Bupati Garut Rudy Gunawan usai rapat Penyelenggaraan Salat Id di Masa Pandemi Covid-19 dengan Gubernur Jabar dan Forkopimda via video conference di kantor Command Center Pendopo Garut, Selasa (11/5/2021).


Rudy menyebutkan, diperbolehkannya salat Id dilaksanakan berjamaah di wilayah Garut itu sudah sesuai dengan arahan Gubernur Jabar terkait Surat Edaran Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Shalat Ied di Masa Pandemi Covid-19 tertanggal 11 Mei 2021.

Berkaitan Takbir Keliling pada malam Idulfitri, Rudy kembali menegaskan, kegiatan tersebut tak diperbolehkan. Dia menyarankan takbir lebih baik dilakukan di masing-masing rumah warga. Rudy juga menyarankan warga sementara tidak melakukan kunjungan ziarah kubur maupun kunjungan keluarga demi memutus rantai penularan Covid-19.

"Sementara ini, kami sarankan supaya tidak melakukan kunjungan ke keluarga, tahan dulu, ke kuburan kita mendoakan orang tua kita tahan dulu, mari kita di rumah saja, di rumah saja, di rumah saja, untuk keselamatan kita dan orang-orang yang kita cintai. Saya berharap bapak ibu semua tetap meningkatkan protokol kesehatan," ujar Rudy.

Guna meningkatkan kewaspadaan menjelang masa akhir Ramadan, dan libur Idulfitri 1442 H, Bupati Garut selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut juga mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor : 062/129/CVD-19/BPBD/V/2021 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Covid-19 Selama Masa Akhir Bulan Suci Ramadan dan Libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi.

Surat edaran mengatur dalam hal pembatasan mobilitas masyrakat dan optimalisasi fungsi Posko Covid-19 di kecamatan, dan desa atau kelurahan, dengan tujuan untuk melakukan pemantauan ketat, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi dalam rangka mencegah dan mendeteksi terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama masa akhir bulan suci Ramadan dan libur Hari Idulfitri 1442 H.

Peningkatan kewaspadaan dan pengendalian ini dimulai tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021, dan akan diperpanjang kembali dengan mempertimbangkan hasil kajian dan evaluasi dinamis tentang perkembangan Covid-19 di Kabupaten Garut. (zainulmukhtar)