Pelaku Usaha Pariwisata Bandung Selatan Keluhkan Dampak Pelarangan Mudik

Pelaku Usaha Pariwisata Bandung Selatan Keluhkan Dampak Pelarangan Mudik



INILAH,Bandung,-Kalangan pelaku usaha sektor pariwisata di kawasan Bandung Selatan mengeluhkan dampak yang ditimbulkan pelarangan mudik.

Pengelola Glamping Lake Side, Rancasari Marcelinus misalnya mengungkapkN, adanya pelarangan mudik libur lebaran berpengaruh besar terhadap para pelaku usaha jasa wisata di kawasan objek wisata Bandung Selatan. Pembatalan dan penjadwalan ulang, terpaksa dilakukan oleh para calon wisatawan yang kebanyakan dari luar daerah.

"Sebenarnya bukan tidak ada pemesanan yah. Bahkan calon wisatawan yang pesan tempat itu banyak yang sudah dilakukan sejak tujuh bulan lalu. Namun karena adanya pelarangan mudik yang disertai adanya penyekatan, jadinya banyak yang melakukan penjadwalan ulang, dan kami berikan kesempatan sampai dengan 23 Desember mendatang," kata pengelola objek wisata Glamping Lake Side Situ Patengan Kecamatan Rancabali, Marcelinus, Jumat (7/5/2021).


Dikatakan Marcel, sebagian diantaranya para calon wisatawan ini belum mengajukan penjadwalan ulang. Mungkin, mereka tetap pada rencana semula untuk berlibur dikawasan wisata alam Bandung Selatan pada musim libur lebaran tahun ini.

"Untungnya untuk kunjungan wisata atau pergerakan antar daerah di wilayah Bandung Raya kecuali Lembang tidak dilarang. Jadi kami lebih mengandalkan wisatawan lokal, namun tentunya kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Diantaranya calon pengunjung harus menjalani tes swab," ujarnya.

Hal senada dikatakan pengelola pemandian air panas dan resort MT Higland di Rancabali, Dede Badru Munir. Kata dia, karena masih dalam masa pandemi kemudian bulan puasa, objek wisata yang dikelolanya cenderung sepi pengunjung. Bahkan, calon wisatawan yang biasanya datang saat musim libur lebaran pun sekarang tak ada.  Biasanya, calon wisatawan yang hendak berlibur saat libur lebaran di resort tersebut, melakukan pemesanan beberapa bulan sebelumnya.

"Sebenarnya animo masyarakat untuk berwisata itu cukup tinggi. Namun karena ada aturan pelarangan, banyak yang mengurungkan niat bepergian keluar daerah, termasuk ke objek wisata. Hal ini tentu sangat merugikan untuk kami para pelaku usaha jasa wisata. Tapi karena ini sudah menjadi aturan pemerintah dan untuk kebaikan bersama, yah kami ikut saja," katanya.

Karena ada kemungkinan calon wisatawan dari luar daerah akan kesulitan untuk datang ke kawasan wisata Bandung Selatan akibat pelarangan. Maka calon wisatawan lokal dari kawasan Bandung Raya menjadi harapan terakhir bagi para pelaku usaha jasa wisata di tempat tersebut.

"Harapan kami sekarang yah kepada calon wisatawan lokal saja. Biasanya saat libur lebaran memang selalu ramai datang kesini, kalau mengandalkan dari luar daerah repot sekarang mah," ujarnya.(rd dani r nugraha).