Duh, Kasus Harian Positif Covid-19 di Garut Melonjak Lagi

Duh, Kasus Harian Positif Covid-19 di Garut Melonjak Lagi



NILAH, Garut- Selama empat hari berturut-turut sejak 1 hingga 4 Mei 2021, warga terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Garut bertambah sebanyak tujuh kasus. 

Hal itu membuat total angka kematian kasus positif Covid-19 di Garut meningkat menjadi sebanyak 360 kasus. Mereka terdiri 186 laki-laki dan 174 perempuan, berusia antara 16 tahun sampai 95 tahun. Mereka tersebar di 37 dari 42 kecamatan di Garut. 

Dua kematian kasus positif Covid-19 terakhir berdasarkan keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 4 Mei 2021 yaitu laki-laki (KC-8478) usia 59 tahun dari Kecamatan Pasirwangi dan perempuan (KC-8846) usia 84 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.


Yang cukup memprihatinkan, selain angka kematian positif Covid-19 masih bertambah, volume harian penambahan kasus baru positif Covid-19 juga terindikasi kembali mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir. 

Pada 1 Mei, ditemukan warga terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 17 kasus. Pada 2 Mei ditemukan sebanyak 18 kasus. Pada 3 Mei, kasus positif Covid-19 ditemukan bertambah banyak menjadi 24 kasus. Pada 4 Mei, volume harian kasus baru positif Covid-19 naik lagi menjadi sebanyak 31 kasus. 

Total selama empat hari tersebut ditemukan sebanyak 90 kasus baru positif Covid-19. Sehingga jumlah positif Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 8.854 kasus. 

Namun begitu, penambahan angka kesembuhan selama empat hari terakhir terbilang cukup banyak, mencapai 146 kasus.

"Saat ini, masih ada sebanyak 462 kasus positif Covid-19 isolasi mandiri, dan sebanyak 115 kasus positif dalam isolasi perawatan rumah sakit," kata Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satgas Covid-19 Garut Muksin.

Adanya indikasi kenaikan penambahan volume harian positif Covid-19 itu tentu mengkhawatirkan. Terlebih dalam beberapa hari terakhir menjelang tibanya Idul Fitri 2021, tingkat disiplin warga dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terindikasi melonggar. Kendati terdapat pengetatan di sejumlah titik terhadap para pemudik atau mereka yang datang dari luar Garut memasuki wilayah Garut, seiring adanya pelarangan mudik lebaran. 

Sejumlah lokasi yang biasa menjadi titik keramaian di kawasan perkotaan kembali dipadati warga pengunjung. Terutama di pusat kota Garut atau Pengkolan dengan ratusan pedagang kaki lima (PKL)-nya dan sekitarnya, termasuk di kawasan Tarogong Kidul. Banyak di antara mereka berbelanja berbagai kebutuhan persiapan lebaran, sembari ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.

Ditambah, Pemkab Garut sendiri membuka Gebyar Pasar Ramadan di kawasan Simpang Lima Tarogong Kidul. 

Tak ayal kerumunan di berbagai tempat pun tak terhindarkan. Jaga jarak pun terabaikan. Padahal Covid-19 masih terus mengancam.

"Bahkan sejak awal Ramadan, kawasan Pengkolan itu sudah ramai. Padat. Seperti bulan puasa biasanya," kata Subakat (50) warga Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, Rabu (5/5/2021).(zainulmukhtar)