Pembengkokan Logika yang Haq dan Bathil

Pembengkokan Logika yang Haq dan Bathil
Ilustrasi/Net



SAHABAT Rasulullah yang bernama Hudzaifah berkata: "Jika yang benar (al-haq) dan yang salah (al-bathil) sudah serupa bagimu, dan kamu tidak tahu (bingung) mau ikut yang mana, maka itulah yang disebut fitnah (ujian)."

Tidak tahu dan ragu akan yang haq dan yang batil saja sudah dianggap ujian, maka bagaimana lagi dengan orang yang terang-terangan membela yang batil mati-matian seakan-akan itulah kebenaran. Bagaimana pula dengan orang yang dengan tegas menyatakan yang salah adalah benar dan benar adalah salah? Inilah yang disebut musibah besar.

Kalau orang mau jujur, sesungguhnya benar dan salah sudah jelas diketahui, halal dan haram sudah terang benderang disebutkan. Agama telah menyatakan dan undang-undang telah dirincikan, namun masih saja ada pembengkokan logika seakan akal sehat semua manusia akan tunduk pada tipu muslihat dan kelicikannya. Kecurangan adalah kecurangan, pengkhianatan adalah pengkhianatan, kejujuran adalah kejujuran, keterpercayaan adalah keterperdayaan.


Upaya terbaik untuk tahu dan yakin adalah dengan cara belajar, mengaji dan mengkaji dengan baik dan benar. Upaya terbaik untuk mengendalikan diri agar selalu jujur dan mempersembahkan yang terbaik adalah dengan mengingat kematian, mempersiapkannya dengan baik dan membangun "alam kubur" sebelum kita tempati nanti.