Disdik Jabar Bantu Pengobatan Guru Susan Asal Sukabumi yang Lumpuh Usai Jalani Vaksinasi

Disdik Jabar Bantu Pengobatan Guru Susan Asal Sukabumi yang Lumpuh Usai Jalani Vaksinasi
Kadisdik Jabar Dedi Supandi. (Okky Adiana)



INILAH, Bandung - Susan Antela, guru honorer asal Kabupaten Sukabumi mengalami kelumpuhan dan gangguan penghilatan usai vaksinasi Covid-19.

Akibat kelumpuhan tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan menyediakan tempat tinggal sementara di Bandung bagi Susan. Rumah sementara tersebut untuk mempermudah menjalani rawat jalan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi menyatakan, saat ini Susan telah kembali ke rumahnya di Kabupaten Sukabumi usai menjalani rawat inap di RSHS Bandung pada 1-23 April lalu. Namun guru honorer yang bertugas di di SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus menjalani rawat jalan setiap pekan ke RSHS Bandung.


"Tapi kan jarak yang begitu jauh dari Sukabumi. Akhirnya dinas memberikan solusi untuk menyediakan kontrakan di Bandung yang berdekatan dengan lokasi RSHS sehingga kontrol rawat jalannya dekat," kata Dedi di Bandung, Senin, (3/5/2021).

Saat ini kata Dedi, pihaknya tengah mencari rumah untuk disewa dan ditempati Susan bersama keluarganya. Dedi pun memastikan rumah tersebut layak dan nyaman untuk Susan selama masa pemulihan dan kontrol ke RSHS Bandung.

"Sekarang lagi diurus, mudah-mudahan secepatnya, supaya dia juga bisa tenang juga tidak perlu memikirkan yang lainnya," ucapnya.

Selain itu, Disdik Jabar pun akan memenuhi kebutuhan Susan selama masa penyembuhan dan rawat jalan di Bandung. Bahkan diakui Dedi, saat ini para tenaga pendidik serta komunitas bahu membahu mengumpulkan donasi agar bisa membantu Susan.

"Secara bergirilan dari komunitas pendidikan untuk membantu meringankan biaya hidup rawat jalan selama di Bandung yang dikoordinir oleh KCD Kabupaten Sukabumi," kata Dedi.

Sebelumnya, Susan mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan setelah menjalani vaksinasi covid-19 tahap dua untuk tenaga pendidik pada 31 Maret lalu. Setelah menjalani pengobatan selama 23 hari di RSHS, Susan kini harus berobat jalan satu minggu sekali. (Okky Adiana)