Supardi Akui Lebih Sakit Dibandingkan Bobotoh Usai Gagal Juara di Piala Menpora

Supardi Akui Lebih Sakit Dibandingkan Bobotoh Usai Gagal Juara di Piala Menpora
Kapten Persib Bandung Supardi Nasir. (Istimewa)



INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir turut mengomentari dengan aksi anarkis yang dilakukan beberapa kelompok orang usai timnya dikalahkan Persija Jakarta di babak final Piala Menpora 2021. 

Terlebih, aksi itu dilakukan dengan melakukan pelemparan flare, batu, hingga botol plastik air ke Graha Persib yang terletak di Jalan Sulanjana, Kota Bandung. Selain itu, di antaranya melakukan perusakan kendaraan roda empat di beberapa wilayah Bandung hanya karena berpelat B atau DKI Jakarta. 

"Saya pribadi menyayangkan hal-hal seperti itu. Ketika ada anarkis, saya gak bisa menerima," ungkap Supardi.


Pemilik nomor punggung 22 ini memahami aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan lantaran Persib gagal juara. Bahkan dikalahkan Persija Jakarta yang selama ini menjadi rivalnya. 

"Saya memahami, tidak ada seorang pun yang lebih kecewa dari Bobotoh melainkan kita sendiri dan keluarga sendiri. Saya punya anak sekarang bagaimana ketika Abi (Ayah) kalah main bola apa yang mereka alami, saya tahu. Saya gak bisa ceritakan bagaimana sedihnya mereka," tuturnya.

Semisal, kata Supardi, saat anak kandungnya dirundung oleh teman-temannya karena Ayahanda-nya gagal membawa Persib meraih kemenangan.

"Anak kecil dibully seperti itu, saya sebagai abi-nya bagaimana rasanya. Jadi jauh lebih sakit kita, jauh dibanding teman-teman Bobotoh," katanya.

Supardi menghargai dengan kekecewaan yang diluapkan para Bobotoh. Namun, dia serta timnya juga berkeinginan untuk meraih kemenangan. Namun, pada akhirnya mengalami kekalahan. 

"Bukan saya gak menghargai kalian (Bobotoh), tapi keluarga kita dan kita sendiri sakit. Kita harus bangkit, lupakan yang ini, ada yang penting ke depan target kita, kita semua tahu target kita," tegasnya.(Muhammad Ginanjar)