Belum Direstui Otonom, Bogor Barat dan Bogor Timur Butuh Dorongan Politis Lebih Masif

Belum Direstui Otonom, Bogor Barat dan Bogor Timur Butuh Dorongan Politis Lebih Masif
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum bisa memutuskan pembentukan daerah otonomi baru (DOB). Meski demikian, Pemkab Bogor dan anggota DPR Jabar optimistis Bogor Barat dan Bogor Timur bisa terwujud menjadi DOB.

"CPDOB Bogor Barat dan Bogor Timur itu amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor. Untuk itu, kami optimisis daerah itu akan menjadi daerah otonom," ujar Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Dia menjelaskan, dari sejumlah daerah yang akan dimekarkan itu Bogor Barat dan Bogor Timur memiliki pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih tinggi dari yang lainnya.


"Info dari Biro Informasi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, CPDOB Bogor Barat dan Bogor Timur menjadi yang tertinggi PAD-nya dibanding daerah lain yang mau dimekarkan. PAD-nya sekitar Rp300 miliar dan Rp500 miliar dalam setahun. Karena tingginya PAD itu, saya yakin bisa memenuhi syarat yang mungkin akan diberlakukan oleh pemerintah pusat hingga Bogor Barat dan Bogor Timur dicabut morotaroiumnya dengan syarat-syarat tertentu," jelasnya.

Burhanudin menambahkan syarat-syarat administratif maupun teknis akan tetap dilakukan, dengam harapan jika morotarium DOB dicabut oleh pemerintah pusat maka Bogor Barat dan Bogor Timur menjadi daerah yang paling siap dimekarkan.

"CPDOB Bogor Barat dan Bogor Timur ini sudah siap dimekarkan, tinggal mendapat restu saja dari pemerintah pusat," tambah Burhanudin.

Dia menjelaskan, Bogor Barat banyak memiliki potensi punya yaitu pertanian, pariwisata, perternakan, perkebunan, pertambangan dan lainnya. Terkait sarana, Bogor Barat memiliki rumah sakit, terminal, dan IPB University. 

"Selanjutnya di Bogor Barat sudah dipersiapkan zona bisnis yang bertaraf nasional dan regional," jelasnya.

Untuk Bogor Timur, selain PAD yang lebih besar dari Bogor Barat. Potensi lainnya papar Burhanudin ialah pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, industri jasa perdagangan dan lainnya.

"Di Bogor Timur, ada juga dua pabrik semen berskala nasional dan internasional, pabrik Wika dan Wika Industri Manufaktur (Wima) yang memproduksi motor listrik merk Gesits," papar Burhanudin.

Sementara itu, anggota DPR Mulyadi optimistis Bogor Barat dan Bogor Timur bisa terwujud menjadi DOB. Secara politis dia akan mendorong terus agar kedua CPDOB itu dimekarkan.
 
"Rencana pemekaran wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur harus disertai dorongan politis. Terutama anggota DPR yang terpilih dari Kabupaten Bogor. Saya bersama yang lainnya akan tetap memperjuangkan DOB Bogor Barat dan Bogor Timur," ungkapnya. (Reza Zurifwan)