Respons Cepat Bencana di Sukabumi, JQR Kirimkan Bantuan

Respons Cepat Bencana di Sukabumi, JQR Kirimkan Bantuan
Ilustrasi (antara)



INILAH, Bandung - Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,0 SR, pukul 16.23 WIB, Selasa 27 April 2021. Akibat dari gempa tersebut, dua rumah penduduk ambruk dan lima lainnya rusak berat di dua wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

Menjawab tiga kejadian bencana alam tersebut, Jabar Quick Response (JQR) sigap mengirimkan tim kebencanaannya sesaat setelah kejadian gempa untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan assesment serta menyalurkan bantuan terhadap warga terdampak di dua lokasi bencana.

"Kami kemarin semalam (rabu malam) berangkat dan siang ini melakukan monitoring dampak bencana gempa, longsor dan banjir, " ujar tim JQR Ade Faisal di Cicurug, Jumat (30/4/2021).


Menurut dia, Tim JQR langsung menuju titik di Bantargadung. Pihaknya langsung membantu proses relokasi tujuh KK ke tempat aman sekaligus Assesment, mengumpulkan data-data dan membuat garis keamanan di lokasi reruntuhan bangunan.

Di lokasi longsor, Faisal menceritakan, korban Rohayati (38), salah satu warga Kampung Cigadog RT/RW 07/03 Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi adalah salah satu korban yang rumahnya hancur diterjang longsor. Saat tim JQR mendatangi kediamannya, nampak bagian belakang rumahnya hancur tertimbun tanah.

Saat kejadian, Rohayati bersama anaknya sempat ikut tertimbun longsor namun berhasil diselamatkan oleh warga.

Atas musibah itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan untuk meringankan beban Rohyati.

Faisal menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara JQR dan Baznas Provinsi Jawa Barat.

Menurut Faisal, selain mengirim bantuan, timnya juga akan ikut mendampingi bantuan relokasi sementara untuk Rohayati jika diperlukan, mengingat posisi rumahnya masih dalam zona rawan.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Cicurug juga menjadi perhatian tim JQR. Menurut Faisal, tim JQR melakukan proses monitoring dan assesment dampak bencana banjir yang terjadi malam hari itu.

Di kesempatan itu, Ade Faisal mengimbau kepada warga Jabar untuk tetap waspada terhadap bencana alam yang mungkin terjadi di waktu mendatang mengingat musim hujan di wilayah Indonesia masih berlangsung sampai saat ini.

"Salah satu bencana yang sering terjadi di Jawa Barat adalah bencana yang bersifat hidrologis. Kami berharap masyarakat tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap bencana banjir dan longsor mengingat musim hujan di Jawa Barat masih terus berlangsung sampai saat ini," ujarnya. (okky adiana)