BRGM: Masyarakat Penerima Manfaat Langsung Rehabilitasi Mangrove

BRGM: Masyarakat Penerima Manfaat Langsung Rehabilitasi Mangrove
Ilustrasi (antara)



INILAH, Jakarta - Badan Rehabilitasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menyatakan dalam program rehabilitasi mangrove yang dilakukan pemerintah melalui BRGM, maka masyarakat diposisikan sebagai pelaku dan penerima manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

Kepala BRGM Hartono pada acara penanaman mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, menegaskan nelayan dan masyarakat pesisir adalah komunitas penting yang menjadi bagian dari ekosistem mangrove.

"Oleh karena itu, dalam hal rehabilitasi, masyarakat (nelayan dan masyarakat pesisir) diposisikan sebagai pelaku dan penerima manfaat langsung dari rehabilitasi mangrove," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.


Melalui program rehabilitasi mangrove, lanjutnya, dalam penanaman nantinya akan melibatkan kelompok masyarakat.

"Mangrove adalah ekosistem lahan basah penting dan pengelolaannya perlu dilakukan secara tepat dan terpadu. Kita semua ingin mangrove dapat dikelola secara lestari untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Hartono.

Pada tahun ini, BRGM menargetkan rehabilitasi mangrove secara nasional seluas 83.000 hektare yang tersebar meliputi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Kalimantan Barat, tambahnya, adalah salah satu provinsi prioritas dalam restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.

Adapun sebaran luasan mangrove di Kalimantan Barat sekitar 176.455 hektare. Sesuai dengan fokus area kelola yang sudah disusun tahun 2021, BRGM bersama KLHK akan merehabilitasi pada area seluas 6.570 hektare.

"Keberhasilan upaya perbaikan lingkungan setempat bukan hanya mengurangi potensi kebakaran berulang tapi juga pengendalian perubahan iklim dan isu lingkungan global," ujarnya. (antara)