Gawat, Abdul Aziz Mengalami Cedera Serius

Gawat, Abdul Aziz Mengalami Cedera Serius
istimewa



INILAH, Bandung - Kabar tidak baik harus dialami Persib Bandung. Satu di antara gelandang andalannya, yakni Abdul Aziz Lufti Akbar mengalami cedera.

Cedera itu didapatkan Aziz saat tampil melawan Persija Jakarta di leg pertama babak final Piala Menpora 2021 yang telah digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (22/4/2021). Saat itu pemilik nomor punggung 8 itu mengalami benturan dengan salah satu pemain Persija tepat di penghujung babak pertama.

Cedera itu bisa dikatakan cukup serius. Terbukti, Aziz tak lagi dimainkan di laga tersebut dan harus digantikan Dedi Kusnandar. 


Bahkan, nama Aziz tak masuk dalam daftar susunan pemain Persib saat melakoni leg kedua babak final yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). 

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku merasakan kekhawatiran dengan kondisi yang dialami Aziz. Dia berharap cedera yang dialami tidak membuat Aziz beristirahat cukup lama.

"Aziz, dia mengalami cedera di lututnya dan itu yang menjadi kekhawatiran terbesar saya. Mari berharap, dia tidak mengalami cedera parah di turnamen ini," harap Robert. 

Sejauh ini, Robert juga masih menantikan hasil pemeriksaan cedera yang dialami Aziz. Diharapkan tidak tergolong cedera berat, sehingga bisa ikut melakukan persiapan menghadapi Liga 1 2021 yang rencananya akan digelar pada Juli mendatang. 

"Saya tidak ingin ada pemain yang cedera dan ketika musim dimulai mereka tidak bisa berlatih karena turnamen ini. Jadi tujuan turnamen ini juga menjadi salah. Ini adalah persiapan menuju Liga," tegasnya.

Pelatih asal Belanda ini mengaku sejak awal tidak meminta Piala Menpora 2021 digelar. Apalagi proses penyelenggaraan digelar dengan waktu yang singkat.

"Kami tidak pernah meminta untuk turnamen ini, kami terpaksa untuk bermain di turnamen dan kami mengorbankan diri kami untuk bermain di turnamen ini dalam hal untuk mendapat izin Liga. Dan suporter juga berkontribusi untuk tidak datang ke stadion, semuanya harus terpisah," tuturnya.

Robert apresiasi kinerja panitia yang menerapkan protokol kesehatan dengan sangat baik untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Namun turnamen yang digelar terlalu tergesa-gesa karena seluruh tim di Indonesia tidak menjalankan pertandingan selama satu tahun akibat pandemi Covid-19. 

"Setelah satu tahun (tidak bertanding), hanya punya waktu dua pekan untuk melakukan persiapan untuk turnamen ini, dan pemain harus tinggal di ruangan kecil di hotel, mereka tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa melakukan recovery karena jarak antar pertandingan sangat padat, pemain bukan hanya kelelahan tapi mereka kehabisan tenaga," katanya.

Pelatih berusia 65 tahun ini merasa beruntung lantaran timnya bisa tampil baik di tiga pertandingan di fase grup. Lalu mendapatkan hasil positif di babak delapan besar dan babak semifinal. 

"Kami bersama Persija (babak final) memainkan laga terpanjang di turnamen ini. Bisa dilihat pemain juga jadi dipaksa untuk menang, bukan lagi dipaksa bertanding. Jika hanya dipaksa bermain, masih bisa untuk melakukan rotasi lagi. Tapi ini dipaksa untuk menang dan bisa dilihat pemain kelelahan," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)