Garap Perangkat Telekomuniasi, PT Inti Gandeng PT PINS Indonesia

Garap Perangkat Telekomuniasi, PT Inti Gandeng PT PINS Indonesia
istimewa



INILAH, Bandung – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) makin agresif melakukan aksi korporasi. Kali ini, BUMN tersebut menjalin kerja sama strategis dengan PT PINS Indonesia (Telkom Group) terkait sinergi pengembangan dan solusi internet of things (IoT) serta produksi dan perbaikan perangkat telekomunikasi.

“Kerja sama ini merupakan jalan lebar bagi kami untuk mendapatkan kepercayaan masif secara nasional sehingga nantinya seluruh ekosistem industri PT Inti akan bergerak lebih pesat, khususnya di area manufaktur dan repair,” ucap Direktur Utama PT Inti Otong Iip, Rabu (28/4/2021).

Dia menyebutkan, penandatanganan perjanjian kerja sama operasional itu digelar pada Senin (26/4/2021) kemarin di kantor pusat PT PINS, Jakarta. Saat itu, perjanjian diteken Direktur Utama PT Inti Otong Iip dan Direktur Utama PT PINS Henry Christiadi. 


Rencana kerja sama operasi tersebut telah diinisiasi melalui penandatanganan mota kesepahaman tentang Kerja sama assembly, modifikasi, repair, dan enhancement device atau modul dengan PT PINS yang telah diteken pada 14 Agustus 2020.

Adapun lingkup kerja sama operasi tersebut meliputi pengembangan dan solusi IoT; produksi atau perakitan perangkat gigabit capable passive optical network (GPON), network terminal equipment (NTE), dan customer premises equipment (CPE); perbaikan (repair) GPON, NTE, dan CPE; serta perangkat navigasi.

Otong menambahkan, kerja sama strategis itu diharapkan dapat membantu korporasi dalam memberikan solusi terintegrasi dengan mengoptimalkan teknologi, kompetensi, dan proses bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan konsumen. Harapannya, sinergi ini juga akan berkelanjutan dan memberikan efek domino pada pertumbuhan bisnis kedua belah pihak seiring dengan berkembangnya potensi bisnis di masa mendatang.

“PT Inti akan mengoptimalkan resources perusahaan agar dapat mempercepat pekerjaan, sekaligus memberi progress positif pada proyek Telkom, terutama di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Situasi ini memang menantang, tapi semua pekerjaan harus tetap berjalan,” tuturnya. (*)