Ini Tanggapan Robert Alberts Soal Aksi Anarkis Bobotoh Usai Persib Dikalahkan Persija

Ini Tanggapan Robert Alberts Soal Aksi Anarkis Bobotoh Usai Persib Dikalahkan Persija
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (istimewa)



INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku sangat menyayangkan dengan aksi anarkis yang dilakukan beberapa kelompok orang ke Graha Persib, Minggu (25/4) malam. Kantor manajemen Maung Bandung itu dilempari flare, batu hingga botol plastik air.

Tidak hanya itu, beberapa kelompok lainnya merusak kendaraan pelat B atau Jakarta yang berada di Bandung. Itu terjadi tepat setelah Persib Bandung gagal juara Piala Menpora 2021 usai dikalahkan Persija.

"Kami harus bisa membedakan Bobotoh yang sebenarnya dengan hooligans. Itu adalah kategori yang berbeda. Saya rasa, sangat penting bagi mereka untuk belajar mengapresiasi kerja keras tim jika benar-benar mencintai klub yang didukung," ujar Robert.

Terbukti, dikatakan Robert, Persib yang tanpa target juara, bisa lolos grup dengan menempati peringkat teratas usai menahan imbang Bali United 1-1, mengalahkan Persita Tangerang 3-1 dan mengalahkan Persiraja Banda Aceh 2-1.

Lalu di babak delapan besar, Maung Bandung mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2 dan melenggang lolos ke babak final usai mengalahkan PSS Sleman di babak semifinal dalam dua kali pertemuan. Leg pertama menang 2-1 dan imbang 1-1 di leg kedua. Sehingga agregat menjadi 3-2.

Namun di babak final melawan Persija, Persib akhirnya mengalami kekalahan. Baik saat leg pertama dengan skor 0-2 dan di leg kedua kalah dengan skor 1-2. Sehingga agregat menjadi 1-4.

"Kalian mendukung klub, mengapresiasi kerja keras tim yang sudah melaju ke babak final. Klub itu melewati Bhayangkara, Bali United atau Madura United, tim-tim top. Klub itu sudah melangkah jauh dan kalian tidak bisa pergi keluar untuk merusak properti dan melakukan protes," sesal Robert.

Pelatih asal Belanda ini menilai seharusnya timnya mendapatkan apresiasi dengan pencapaiannya yang berhasil melenggang ke babak final. Bahkan mendapatkan predikat menjadi tim yang belum terkalahkan hingga paling produktif dalam urusan mencetak gol ke gawang lawan.

Akan tetapi, pencapaian itu tidak mendapatkan apresiasi. Bahkan beberapa di antaranya harus menyerang dan merusak fasilitas kantor PT PBB hingga kendaraan pelat B yang tengah berada di Bandung.

"Saya yakin orang-orang ini pada akhirnya akan merasa malu atas apa yang dilakukan. Saya juga mendapat pesan dari para Bobotoh yang sebenarnya dan mereka memberikan dukungan, mereka percaya masa depan tim dan kami juga belajar dari itu. Ini hanya tentang edukasi," tegasnya. (muhammad ginanjar)