Hadir di Persidangan, Korban Habib Bahar Bungkam

Hadir di Persidangan, Korban Habib Bahar Bungkam
Foto: Ahmad Sayuti



INILAH, Bandung - Setelah sempat ditunda, akhirnya JPU Kejati Jabar berhasil menghadirkan saksi korban Andriansyah ke persidangan. Namun, Andriansah menolak memberi keterangan kepada jaksa dan hakim. 

Hal itu terungkap dalam sidang dugaan kasus penganiyaan yang dilakukan Bahar bin Smith alias Habib Bahar di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (27/4/2021). 

Di persidangan. Andriansyah yang mengenakan baju koko putih dan peci putih enggan memberikan keterangan kepada jaksa dan hakim. Terlebih mengenai kronologis kejadian yang menimpanya pada 2018 lalu. 


"Karena begini yang mulia, saya sudah sepakat berdamai jadi nggak mau membahas ini. Sudah diselesaikan kekeluargaan," kata Andriansyah menjawab pertanyaan hakim. 

Hakim Surachman kembali menegaskan kepada saksi jika pihaknya saat ini mencari fakta atas kejadian yang menimpanya. Dengan harapan saat fakta terkuak majelis tidak akan memberikan kesalahan dalam memutuskan perkara ini nantinya. 

"Saya agak keberatan kalau ngulang kronologi sudah saya lupakan sekali. Di sini saya nggak bisa membahas kronologi. Karena sudah dilakukan surat pencabutan laporan," ujarnya.

Begitupun pertanyaan yang dilayangkan oleh jaksa penuntut umum. Andriansyah terus tak mau menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan. 

Akan tetapi hal berbeda terlihat saat Andriansyah ditanya kuasa hukum dan Habib Bahar. Andriansyah menjawab berbagai pertanyaan meskipun itu terkait kejadian saat dugaan pemukulan terjadi. 

Seperti yang ditanyakan kuasa hukum Bahar terkait usai kejadian penganiayaan. Pengacara Bahar bertanya terkait laporan yang dibuat oleh Andriansyah usai diduga dianiaya Bahar. 

Dalam jawabannya, Andriansyah mengaku langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Begitupun terkait pertanyaan mengenai surat perdamaian. Andriansyah mengaku membuat surat perdamaian itu tanpa ada paksaan sekalipun dari pihak manapun. 

"Tidak (ada paksaan) ini kemauan sendiri," ujarnya. 

Melihat saksi menjawab semua pertanyaan tim pengacara JPU Kejati Jabar terheran-heran. Padahal saksi sudah diberikan fasilitas mumpuni seperti menginap di hotel dan lainnya agar mau bersaksi. 

Begitu juga dengan hakim Surahcman yang mengaku heran dengan saksi yang setiap kali ditanya banyak lupa dan tidak ingat. Namun, jawaban Andriansyah justru membuat jaksa dan hakim semakin tak percaya. 

"Saya tidak lupa tapi tidak mau jawab," kata Andriansyah menjawab. (Ahmad Sayuti)