Jaringan Pos Indonesia Dukung Gerakan Pemberdayaan UKM

Jaringan Pos Indonesia Dukung Gerakan Pemberdayaan UKM
istimewa



INILAH, Bandung - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan siap untuk bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam rangka penyaluran kiriman UKM dan bantuan sosial.

“Jaringan luas kantor pos sangat potensial untuk membantu bisnis UKM baik sebagai outlet maupun jembatan ke marketplace. Kita siap bekerja sama,” kata Teten saat pertemuan dengan jajaran direksi PT Pos Indonesia, Kamis (22/4/2021) lalu. 

Dia menuturkan, penugasan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) kepada PT Pos Indonesia juga dimaksudkan untuk mengurangi ongkos bagi masyarakat penerima BLT UMKM yang berada di daerah untuk biaya transportasi saat mengambil bantuan tersebut.


Pertemuan tersebut membahas tentang kesiapan PT Pos Indonesia dalam pendistribusian kiriman UKM dan dana bantuan sosial kepada koperasi dan UKM. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Pos Indonesia dalam membantu mempercepat upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan penguatan daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UKM. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyatakan kesiapannya untuk mendukung program mulia tersebut. 

“Pos Indonesia memiliki jaringan yang luas tersebar di seluruh Indonesia. Pos Indonesia memiliki 4.800 kantor pos, ada 2.700 karyawan dan hampir 58 ribu agen pos yang tersebar desa-desa, yang semuanya bisa membantu UMKM,” ujar Faizal. 

Dia pun menjelaskan, selain jaringan distribusi milik sendiri Pos Indonesia juga memiliki anak usaha PT Pos Logistik Indonesia yang bergerak dalam bidang managemen logistik (transportasi, distribusi pergudangan dan freight fowarding) dan berpengalaman dalam pendistribusian vaksin.

Selain itu, Pos Indonesia telah berpengalaman dalam melaksanakan tugas dari pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan sosial kepada masyarakat sejak 2005. Distribusi kiriman dan seluruh aktivitas operasi didukung sistem managemen informasi yang dapat mengajikan data informasi secara real time. (*)