Ali Rasyid Minta Prioritaskan Vaksinasi Tenaga Pendidik Jelang PTM

Ali Rasyid Minta Prioritaskan Vaksinasi Tenaga Pendidik Jelang PTM
Ali Rasyid Minta Prioritaskan Vaksinasi Tenaga Pendidik Jelang PTM



INILAH, Bandung,- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta vaksinasi terhadap tenaga pendidik menjadi prioritas menjelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Ali Rasyid mengungkapkan, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dijadwalkan Juli 2021 mendatang merupakan angin segar bag anak-anak.
Hanya saja, dalam menghadapi PTM beberapa hal penting harus dilakukan utamanya vaksinasi tenaga pendidik.

Menurut Ali Rasyid, DPRD khususnya Komisi V mendukung penuh rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Terlebih jika merujuk pada rencana pemerintah pusat diharapkan pada Juli 2021 mendatang sudah dapat dilakukan PTM. Tepatnya, ketika dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM), pada semester genap semester genap tahun ajaran 2021.


Ali menegaskan, seharusnya sejak awal PTM digelar meski di tengah pandemi Covid-19. Sebab Dia menilai, justru peserta didik akan lebih aman di sekolah karena protokol kesehatan dapat diawasi.

Sementara ketika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dilaksanakan, belum tentu bisa diawasi sepenuhnya oleh orangtua. Sehingga potensi terjangkit Covid-19, sangat besar karena banyak waktu anak yang habis di luar, bermain dan berkumpul dengan teman sebaya.

Hanya saja menurut Ali Rasyid, penerapan protokol kesehatan menjadi keharusan serta tuntasnya vaksinasi terhadap kalangan pendidik

“Pada intinya saya secara pribadi sangat mendukung, dengan segera dilaksanakannya PTM. Alasannya, karena kita memang harus ambil satu risiko demi masa depan bangsa. Kami di Komisi V juga dalam rapat koordinasi sangat mendorong hal itu," ungkap Ali Rasyid kepada INILAH, Selasa (20/4)

Kendati demikian, anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan ini berharap Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah memiliki skema yang matang sebelum betul-betul memulai PTM. Guna menghindari klaster baru, akibat dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut. Salah satunya dengan dilaksanakan secara bertahap, sesuai status daerah masing-masing.

“Kami sangat mendukung, tapi tetap dengan persiapan yang matang. Walaupun sebenarnya konsepnya sudah dimatangkan sejak jauh hari gambarannya seperti apa. Mungkin pelaksanaannya tidak secara serentak. Dilakukan bertahap, sesuai zona. Zona hijau seperti apa, zona kuning bagaimana, zona merah juga harus gimana. Mudah-mudahan jika persiapannya sudah matang, kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Lebih lanjut Ali Rasyid juga meminta Dinas Kesehatan Jabar turun tangan, dalam menyukseskan pelaksanaan Pendidikan Tatap Muka (PTM) yang rencananya digelar pada Juli mendatang.

Menurutnya, peran aktif dari Dinkes sangat dibutuhkan dalam mengawal dan mengawasi agar protokol kesehatan dapat berjalan seperti harapan. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya risiko munculnya klaster baru akibat pelaksanaan PTM. Selain tentu saja, pengawasan dari guru dan Satgas Covid-19.

“Pada PTM nanti, bukan hanya Disdik saja yang berperan. Dinkes juga kami minta untuk masuk, mengawal dan mengawasi agar PTM ini bisa berjalan lancar. Jangan sampai pelaksanaan PTM ini justru jadi masalah baru. Kami harap, Dinkes nanti dapat berperan sepenuhnya membantu Disdik dalam PTM nanti,” katanya.

Sementara itu, mengenai target vaksinasi bagi tenaga pengajar yang harus selesai sebelum PTM digelar. Ali mengaku optimistis target tersebut dapat terpenuhi. Terlebih sejauh ini vaksinasi sudah memenuhi 65 persen dari total keseluruhan pendidik di Jawa Barat.

“Insyaa Allah untuk guru 100 persen keburu di vaksin sebelum PTM dimulai. Apalagi kesadaran mereka ini terhadap vaksin sudah tinggi. Mudah-mudahan saja, nanti sudah tidak ada masalah lagi. Sehingga PTM bisa dilaksanakan sesuai rencana, berdasarkan arahan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ali juga meminta sekolah benar-benar menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Sehingga ketika PTM dibuka, sekolah sudah dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan.

"Yang tidak kalah penting adalah jangan sampai dibukanya sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Dan hal itu tentu menjadi tanggung jawab semua pihak bukan hanya sekolah," pungkas Ali Rasyid.(adikarya parlemen/ghi)


Profil

Ali Rasyid, M.Sos
Tempat & Tanggal Lahir Tasikmalaya 26 Desember 1986 (34 tahun)
Jabatan Anggota Periode 2019-2024
Fraksi Gerindra Persatuan
Daerah Pemilihan
DAPIL 15 : KABUPATEN TASIKMALAYA & KOTA TASIKMALAYA
Pendidikan : Magister