Dadang Supriatna Tak Ingin Ada Lagi Sindiran "Bandung Coret"

Dadang Supriatna Tak Ingin Ada Lagi Sindiran "Bandung Coret"
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Bupati dan Wakil Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, resmi dilantik di Gedung Sate, Senin (26/4/2021).

Usai dilantik, pasangan yang mengusung jargon Bedas itu langsung melakukan ziarah kubur ke makam Bupati Bandung Pertama Rd Tumenggung Wira Angun Angun di Dayeuhkolot. Usai ziarah, pria yang akrab disapa DS itu melakukan pidato pertama sebagai bupati bandung.

Pantauan, Kang DS dan Sahrul Gunawan tiba di komplek makam Bupati Bandung pertama pukul 12.30 WIB. Bersama rombongan, keduanya melakukan ziarah kubur dan melakukan tabur bunga.


"Setiap orang punya sejarah. Jangan melupakan sejarah," kata Kang DS selepas ziarah kubur.

Dalam catatan sejarah, kata Kang DS, lahirnya Bandung berawal dari Dayeuhkolot yang dulu dikenal Krapyak. Di tempat itulah, bupati Bandung pertama memimpin pada masanya.

Sebagai penerus, lanjut Kang DS, sudah selayaknya dia bersama Sahrul Gunawan melakukan doa supaya bupati Bandung pertama diberi tempat di sisi Allah SWT.

Kang DS juga memohon doa kepada seluruh masyarakat kabupaten bandung supaya dalam memimpin, dia diberi kelancaran.

Usia ziarah kubur, Kang DS beserta istri dan juga Sahrul Gunawan, melakukan pidato politik di plaza Upakarti Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang.

“Balik ka Bandung sekali lagi adalah kembali ke akar budaya dan identitas kita sebagai urang Sunda, yang terkenal dengan filosofi silih asah silih asih silih asuh. Sareundeuk saigel sabobot sapihanean, sabata sarimbagan,” ujar Dadang saat menyampaikan pidato politiknya.

Sebagai warga Kabupaten Bandung, dia menyebutkan kita harus memiliki kebanggaan. Sebab, Kabupaten Bandung adalah adalah ibu dari Bandung Raya yang sekarang meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat. Pusat pemerintahan daerah Bandung Raya dulu berada di daerah Karapyak yang terletak di Dayeuh Kolot.

Kang DS mengajak untuk mengembalikan marwah dan kehormatan Kabupaten Bandung sebagai daerah asal mula berkembangnya kawasan Bandung Raya. 

“Hayu urang balik ka Bandung, kembali pada jati diri urang Sunda sebagai manusia yang terhormat dan berkarakter. Hayu urang Balik Ka Bandung. Bersama-sama melakukan gelombang besar perubahan untuk terciptanya Kabupaten Bandung yang Bedas. Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera,” ujarnya.

Pelantikan, ungkap Dadang, merupakan bentuk penyerahan tugas dari negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Dan ini merupakan titik mula perjuangan untuk menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Ke depan tidak boleh lagi ada antrean rakyat yang mengurus dokumen-dokumen administratif. Kita harus bisa mengadaptasi semua jenis perkembangan teknologi untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ke depan tidak boleh lagi ada, istilah sindiran pada Kabupaten Bandung sebagai Bandung Coret,” katanya.

Kang DS juga menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi sindiran pada Kabupaten Bandung sebagai "Bandung Coret", seolah Kabupaten Bandung identik dengan keterbelakangan. Karena ke depannya, bersama sama akan membuat gelombang perubahan besar agar menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Dia berjanji akan membangun penanda-penanda kota, taman dan jalan, sekolah, rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik yang membanggakan, tanpa melupakan identitas sebagai urang Sunda. (Dani R Nugraha)