Raden Tedi Dorong Pemprov Benahi Inventarisasi Aset Daerah

Raden Tedi Dorong Pemprov Benahi Inventarisasi Aset Daerah



INILAH, Bandung – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Raden Tedi meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov), untuk segera mengevaluasi inventarisasi aset daerah guna mewujudkan tata kelola yang baik. Mengingat sejauh ini menurutnya masih banyak kekurangan, dalam penanganan terkait pemanfaatan aset.

Tedi menambahkan, inventarisasi ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya pengambilalihan oleh oknum tertentu terhadap aset daerah yang dianggap tidak berpemilik lantaran sudah terlalu lama terbengkalai. Seperti yang pernah terjadi di Tasikmalaya kata dia, dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.

Dimana ada sebagian aset berupar bangunan yang dulunya milik salah satu BUMD, Perusahaan Daerah Agribisnis dan Pertambangan (PDAP) telah beralih kepemilikan dalam legalitasnya ke oknum tertentu, akibat tidak lagi diurus dan dimanfaatkan oleh Pemprov dalam jangka waktu yang lama, paska ditutupnya perusahaan tersebut.


“Kami berharap persoalan aset ini segera ditindaklanjuti. Kami mendorong kepada Pemprov untuk segera mengevaluasi inventarisasi terkait aset ini, agar tidak ada lagi aset kita yang diambil oleh oknum. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, dari hasil kunjungan kerja kami beberapa waktu lalu,” ujar Tedi kepada INILAH, Sabtu (24/4/2021).

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini berharap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar dapat bekerja lebih keras, dalam melakukan pendataan aset milik Pemprov yang tersebar di seluruh daerah dengan jumlah sangat banyak. Dia pun mengingatkan, agar jangan sampai ada aset yang terlewat sehingga nantinya akan didapati jumlah pasti terhadap aset daerah.

“Kita juga harap dinas terkait dapat mencurahkan fokusnya lebih banyak pada pendataan aset ini. Jangan sampai ada yang kelewat. Sebab ini penting. Tidak hanya terhadap data tapi juga dalam pemanfaatannya nanti akan seperti apa. Apalagi jumlahnya sangat banyak, dengan beragam bentuk,” ucapnya. (Yuliantono)