Bangkitkan Gairah UMKM Kuliner, Teh Pucuk Harum Gandeng Youtuber

Bangkitkan Gairah UMKM Kuliner, Teh Pucuk Harum Gandeng Youtuber
istimewa



INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negatif di berbagai sektor, terlebih di sektor kuliner. Guna membangkitkan para pelaku usaha kuliner Teh Pucuk Harum mempunyai komitmen untuk mendukung perkembangan kuliner di Indonesia memberikan dukungan serta bantuan agar dapat bertahan dari keterpurukan.

Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum Yustina Amelia mengatakan, program itu berkolaborasi dengan Magdalena seorang content creator sekaligus food vlogger ternama yang memiliki tekad serupa untuk membantu para UMKM bidang kuliner untuk bisa kembali bangkit. 

“Melalui program UMKM Pilihan MGDALENAF bersama Teh Pucuk Harum ini, kami berupaya terus membantu para UMKM bidang kuliner yang terkena dampak Covid-19 dengan mengunjungi dan mempromosikan melalui platform media sosial Magdalena agar para pelaku usaha kuliner ini dapat mengembangkan bisnisnya. Hal ini sejalan dengan komitmen Teh Pucuk Harum yang secara konsisten mendukung perkembangan kuliner di Indonesia,” kata Yustina, Jumat (23/4/2012).


Menurutnya, program itu akan mendatangi sebanyak 14 UMKM pilihan di wilayah Pulau Jawa hingga Bali. Tepatnya di 6 kota yakni di Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Denpasar. Proses pemilihan UMKM tersebut diawali dari proses kurasi atau seleksi yang dilakukan untuk menentukan UMKM mana yang akan diliput pada platform media sosial MGDALENAF. 

Dia menuturkan, di enam kota yang dikunjungi itu terdapat beberapa kisah menarik di setiap UMKM pilihan Magdalena di kota-kota tersebut. Diantaranya ada Nasi Goreng Mas Aying yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. UMKM kuliner tersebut mengalami penurunan omset yang drastis dan disertai tragedi perampokan yang menimpa penjualnya hingga viral di sosial media. 

Kemudian, Tongseng Bunda yang berlokasi di Cirebon, yang dialami pada bisnis kulinernya terdapat penurunan omset tetapi tidak menjadikan alasan pelaku bisnis kuliner Tongseng Bunda ini untuk mengurangi pegawai. Lalu Gulai Tugu Pak Samin, yang berlokasi di kota Yogyakarta, memiliki kisah perjuangan dalam mempertahankan resep warisan keluarga di tengah pandemi dan Warung Nasi Bali Men Weti yang berlokasi di Denpasar, Bali yang memliki kisah selama pandemi ternyata kuliner legendaris ini terselamatkan berkat wisatawan lokal yang menjadi pelanggan setianya.

Namun, dari semua kisah UMKM di 6 kota yang telah dikunjungi yang paling membekas di hati Magdalena yaitu Bakso Gilang Kuah Sadis yang berlokasi di Batu, Kota Malang. Kisahnya yang menarik dengan latar belakang sang penjual merupakan seorang wanita independen yang selalu mencari cara agar dapat bertahan. Magdalena menghubungkan kisah tersebut dengan keadaan yang dialami kaum wanita di masa pandemi untuk terus bergerak meski banyak keterbatasan. 

“Patut menjadi inspirasi bagi kita sebagai generasi muda khususnya saya, karena penjual bakso ini merupakan seorang ibu yang sudah berjualan dari tahun 2012, beliau berjualan seorang diri. Dari hal berbelanja hingga memasak pun ibu ini mengerjakannya sendiri. Kisah ini bisa menjadi teladan untuk kita sebagai wanita, karena sebagai wanita kita harus bisa mandiri, siap dan kuat dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun,” ujar Magdalena. (*)