DP3P2KB Lakukan Pendampingan Anak Korban Pencabulan, Awal Tahun Ada 23 Kasus

DP3P2KB Lakukan Pendampingan Anak Korban Pencabulan, Awal Tahun Ada 23 Kasus
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Ciseeng - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Bogor terus melakukan pendampingan terhadap korban anak perempuan warga Kecamatan Ciseeng.

"Kami akan melakukan pendampingan psikologis untuk mengurangi rasa trauma korban anak perempuan tersebut," ujar Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak DP3P2KB Sudiyanta kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Dia menerangkan, dalam pendampingan psikologis anak itu DP3P2KB akan didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan TP2A Satreskrim Polres Bogor.


"Hingga April 2021 ini, sudah ada 23 orang anak yang menjadi korban pelecehan atau pencabulan seksual dan bullying. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," terangnya. 

Sebelumnya, dua orang kakek-kakek berinsial S dan E diringkus Sat Reskrim Polres Bogor karena melakukan pelecehan seksual kepada anak perempuan berusia 8 tahun.

Dua orang kakek yang berprofesi sebagai pedagang dan petani ini melakukan aksi bejatnya selama berkali-kali dan dilakukan ditempat yang berbeda-beda dengan cara sebelumnya mengiming-imingi korban akan mendapatkan makanan maupun uang. 

"Tersangka E melakukan pelecehan atau pencabulan sebanyak lima kali, baik itu di kebun pohon jati dan lapangan tenis. Sementara tersangka S melakukan pencabulan kepada korban yang sama di warungnya. Korban sebelumnya suka diberikan makanan maupun uang Rp 10 hingga 20 Ribu dan berkat laporan keluarga korban, tersangka akhirnya kami ringkus dirumahnya masing-masing," ucap Kapolres Bogor AKBP Harun. (Reza Zurifwan)