47 Ribu Pelaku UMKM Kota Bandung 'Uber' BLT

47 Ribu Pelaku UMKM Kota Bandung 'Uber' BLT



INILAH, Bandung - Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung mencatat sebanyak 47 ribu pelaku UMKM telah mendaftarkan diri secara online untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat sebesar Rp 1.2 juta. Pendaftaran masih dibuka hingga 26 April mendatang.

"Sejauh ini seperti tadi disampaikan kita sudah membuka pendaftaran online dari tanggal 19-26 April. Sejauh ini sudah ada 47 ribu yang mengajukan secara online," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Atet Dendi Handiman di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (2021). 

Menurutnya, kuota penerima BLT UMKM secara nasional pada 2021 mencapai sembilan juta orang. Sementara untuk di Kota Bandung tidak dibatasi kuota pendaftar. Pada 2020, Kota Bandung berada di urutan keenam secara nasional sebagai pengusul terbanyak dan paling terbanyak mendapatkan realisasi BLT UMKM.


"Tahun 2020, sebagai pengusul masuk enam terbesar. Yang paling besar itu Garut. Tapi yang terbanyak realisasi itu Kota Bandung, di usulan dinas itu 170 ribu, kalau dengan usulan lainnya dari BRI itu 246 ribu," ucapnya.

Sambung dia, pada tahap pertama 2020 sebanyak 170 ribu pelaku UMKM telah mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 2.4 juta. Sedangkan 70 ribu pelaku UMKM lainnya mulai bulan ini diperkirakan akan mendapatkan bantuan tersebut sebesar Rp 1.2 juta. 

"Sebanyak 70 ribu pelaku UMKM tidak akan seluruhnya mendapatkan bantuan. Karena pemerintah pusat turut kembali melakukan verifikasi persyaratan dan dokumen. Tetapi kita sedang meminta data kepada instansi terkait tentang pelaku UMKM yang belum mendapatkan dana, sudah terdaftar namun belum terdistribusikan," ujar dia. 

Atet menambahkan, terdapat satu laporan tentang dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum masyarakat kepada kepada pelaku UMKM. Namun peristiwa tersebut telah diselidiki Saber Pungli Jawa Barat dan telah diklarifikasi.

"Sekarang mudah-mudahan enggak ada, sejak saat itu enggak ada laporan lagi. Adapun kalau laporannya tanpa nama, ya tidak kita tindaklajuti juga," tandasnya. (Yogo Triastopo)