Jubir Presiden: IKN Strategi Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

Jubir Presiden: IKN Strategi Pulihkan Ekonomi dari Covid-19
ilustrasi/antara foto



INILAH, Jakarta- Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyampaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu strategi untuk memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 karena akan mengundang investasi dan membuka jutaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Fadjroel di Jakarta, Kamis, mengatakan setelah dimulainya pembangunan (groundbreaking) untuk ibu kota baru, maka akan terjadi penyerapan 100 ribu tenaga kerja di tahun pertama pembangunan.

“IKN (Ibu Kota Negara) ini sebenarnya masuk salah satu untuk strategi pemulihan ekonomi kita menghadapi pandemi COVID-19,” ujarnya.


Menurut rencana induk (masterplan) yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ujar Fadjroel, pembangunan ibu kota baru akan menyerap lima juta tenaga kerja hingga 2045.

“Dengan IKN masuk, investasi masuk, penciptaan lapangan kerja terjadi dan itu akan bisa menjadi salah satu simpul untuk mengatasi ekonomi Indonesia yang sedikit merosot di masa pandemi,” ujar dia.

Mengenai anggaran pembangunan IKN, Fadjroel menyatakan hanya satu persen dari total anggaran sekitar Rp500 triliun yang berasal dari anggaran fiskal APBN. Sisa kebutuhan anggaran akan dipenuhi dengan berbagai alternatif sumber pembiayaan.

“Insya Allah mungkin menyerap cukup besar sekitar Rp500 triliun rupiah, di mana hanya satu persen yang dari APBN, selebihnya berasal dari berbagai sumber dengan berbagai metode pembiayaan,” ujar dia.

Fadjroel mengatakan pemerintah mengharapkan “groundbreaking” Ibu Kota baru bisa terealisasi di 2021. Bahkan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menargetkan pada 17 Agustus 2024, upacara peringatan kemerdekaan RI bisa dilakukan di Ibu Kota baru.

Fadjroel bersama Suharso Monoarfa pada 12 April 2021 lalu baru saja berkunjung ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang merupakan wilayah calon ibu kota negara baru. (antara)