Pemkab Bogor Berhasil Intervensi Bahan Pokok, Harga Cabai Turun 50 Persen

Pemkab Bogor Berhasil Intervensi Bahan Pokok, Harga Cabai Turun 50 Persen
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Pemkab Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mengintervensi harga bahan-bahan pokok dengan cara melaksanakan gelar pangan murah (GPM) ke kecamatan-kecamatan padat penduduk.

Dengan melaksanakan GPM, Pemkab Bogor berhasil menurunkan harga beberapa komoditi yang sebelumnya melonjak, penurunan harga itu mulai terjadi  di beberapa pasar seperti Pasar Bojonggede, Cibinong dan Citeureup.

"Tujuan pelaksanaan GPM ini ialah menurunkan atau menormalkan harga bahan-bahan pokok, seperti cabe jawa yang awal harganya Rp 100 ribu perkilogram lalu kita GPM dengan harga Rp 32 ribu perkilogram, sekarang harga cabe jawa di Pasar Bojonggede, Cibinong dan Citeureup turun ke angka Rp 50 ribu perkilogram,"  ucap Kabid distribusi dan cadangan pangan DKP Kabupaten Bogor Jona Sijabat kepada wartawan, Rabu, (21/4).


Dia menerangkan pelaksanaan GPM sudah dilakukan di Kecamatan Bojonggede, Cibinong dan Citeureup, selanjutnya jajarannya akan melaksanakan GPM di Kecamatan Cileungsi, Babakan Madang, Parung, Ciawi, Cisarua, Ciampea, Leuwiliang atau lainnya.

"Pelaksanaan GPM ini akan dilakukan di semua zona baik itu tengah, timur, selatan, barat maupun utara Kabupaten Bogor. Dalam pelaksaan GPM ini kami bertempat di kantor-kantor desa, kelurahan atau gedung sekolah maupun olahraga," terangnya.

Jona sapaan akrabnya menuturkan komoditi bahan pokok yang ada dalam pelaksanaan GPM adalah yang harganya sedang melonjak, dengan harapan masyarakat bisa membelinya dengan harga murah.

"Dalam pelaksanaan GPM kami menjual cabe jawa, bawang merah, bawang putih, daging ayam, telur ayam, daging sapi beku dan lainnya. Upaya ini jugq berhasil mencegah penimbunan bahan-bahan pokok yang biasanya dilakukan oleh pedagang nakal," tutur Jona.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaan GPM, jajaran DKP Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Toko Tani Indonesia (TTI). 

"Selain bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Toko Tani Indonesia (TTI), kami juga bekerjasama dengan pemerintah kecamatan dan Perumda Pasar Tohaga untuk mendaftarkan komoditi bahan-bahan pokok apa saja yang harganya sedang melonjak naik," jelasnya. (Reza Zurifwan)