Kisah Nabi dan Penjual yang Curang

Kisah Nabi dan Penjual yang Curang



 Rasulullah SAW sedang berjalan di pasar ditemani oleh para sahabatnya. Seketika itu, mata Rasulullah SAW tertuju pada salah seorang yang menjual makanan.

Rasulullah SAW mendekatinya dan meletakkan tangannya pada makanan yang ia jual. Ketika dirasakan, beliau kaget karena makanan itu terasa basah dan keadaannya hampir busuk.

Ternyata tanpa disangka, penjual itu meletakkan makanan yang paling bagus di atas makanan yang telah busuk, agar pembeli nanti tidak melihat makanan yang busuk itu. Dengan kata lain, penjual ini telah berlaku licik dan menipu banyak orang.


Kemudian Rasulullah SAW langsung bertanya pada penjual makanan tersebut, "Wahai penjual makanan, apa ini?" Penjual itu menjawab, "Wahai Rasulullah, tadi telah turun hujan yang membuat makanan ini menjadi basah." Kemudian Rasulullah berkata, "Bukankah kamu memang telah sengaja meletakkan makanan yang basah ini di bawah makanan yang bagus, sehingga tidak ada orang yang melihatnya?" Setelah itu, beliau melanjutkan, "Barangsiapa yang menipu kami, berarti bukan termasuk dalam golongan kami."

Dari kisah di atas, terdapat pesan yang dapat kita ambil, bahwa bagi para pedagang, janganlah berbuat curang demi meraup keuntungan lebih, tapi merugikan banyak orang. Hal tersebut sangat dilarang oleh Allah SWT dan Nabi SAW.

Bukankah ada sebuah istilah bahwa pembeli adalah raja? Sebisa mungkin kita melayani pembeli dengan senang hati dan sebaik mungkin, agar dagangan yang kita jual, laris dan berkah. Dan jangan pula melakukan riba saat berdagang. Marilah berusaha dengan tekun agar hasil yang didapat sesuai dengan keinginan kita dan itu semua berkat usaha keras sendiri. [ ]

Sumber : 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Najwa Husein Abdul Aziz/Gema Insani